Showing posts with label Pola Asuh. Show all posts
Showing posts with label Pola Asuh. Show all posts

Mar 9, 2018

Apakah Anakku Berisiko Stunting?




Entah sudah berapa kali saya ditegur petugas posyandu karena berat badan bocah kembar saya nyaris setiap bulan selalu di bawah garis merah. Dengan berat badan yang mengkhawatirkan tentu saja saya juga ikut deg-deg’an. Kenapa dua bocah ini iriiiit sekali kenaikan berat badannya. Dengan kenaikan berat badan yang irit seperti ini akankah berpengaruh juga terhadap tumbuh kembangnya?

Ada yang senasib?

Mar 18, 2017

BOOSTER ASI, YAY OR NAY?


BOOSTER ASI, YAY OR NAY? - Ada yang punya pengalaman memakai Booster ASI atau pelancar ASI? Karena pengalaman menyusui buah hati itu selalu menyimpan sejuta cerita, maka jungkir balik dunia perASIan tidak akan pernah ada matinya. Ada yang sejak si bocah lahir procot ASI sudah mengucur deras bak air keran tumpah. Merembes kemana-mana sampai harus berkali-kali ganti breastpad. Ada yang ASInya sedang-sedang saja. Selalu cukup disaat bayi membutuhkan. Tidak melimpah ruah, tetapi cukup. Tetapi ada juga yang membutuhkan perjuangan panjang untuk bisa memenuhi botol penyimpan ASI yang hanya ukuran 100ml. Jangankan merasakan payudara keras, untuk memerah ASI 100ml saja harus disertai segala macam booster yang bisa membangkitkan semangat dan mood sehingga ASI bisa diperah dengan mudah. Kamu termasuk yang mana?

Saya pernah merasakan ada di posisi jungkir balik demi memerah ASI. Sudah jungkir balik, hasilnya hanya 20Ml. Disitu saya merasa perjuangan menyelesaikan skripsi dan harus berhadapan dengan dosen galak dan ngehek itu belum ada apa-apanya. Mengalahkan rasa kecewa pada diri sendiri itu luar biasa berat, kawan! Belajar mengapresiasi setiap tetes yang bisa kita hasilkan itu perjuangannya luar binasa. Kenapa gak pakai Booster ASI saja?

Feb 5, 2017

Pindah Rumah

Belakangan ini beberapa teman menanyakan kok blognya udah gak update lagi?! Gak banyak sih, hanya beberapa. Saya sempat heran, ternyata ada juga yang memperhatikan ya.. Lalu saya masih menerima notifikasi di email tentang komen-komen yang masuk. Eh, ternyata blognya masih ada yang baca ya?! heuheu... Takjub aja. Lha wong tulisan isinya curhatan-curhatan emak galau, ternyata ada juga yang baca yaaa.. Kirain statistik yang ada di analytics itu hanya hasil klik saya sendiri atau kliknya suami dan teman yang saya "paksa" baca. hahaha...



Sep 13, 2016

The Beginning of Life: Menjadi Bagian dari Perubahan

Hari minggu, 4 september 2016 lalu, Suara Anak Surabaya mengadakan nonton bareng film dokumenter “The Beginning of life” bersama para ayah dan ibu yang penuh semangat. Antusiasme ditunjukkan dengan datangnya para orang tua hebat, bukan hanya dari Surabaya, namun juga berasal dari wilayah sekitar, seperti Gresik dan Mojokerto. Bertempat di ruang Auditorium, Museum Tugu Pahlawan Surabaya, siang itu total ada 20 orang tua yang berkumpul untuk ikut nonton bareng film dokumenter tersebut.


  • SINOPSIS
“The beginning of life” adalah film dokumenter yang digawangi oleh Estela Renner bercerita tentang penemuan di bidang neuroscience. Banyak Negara memberikan investasi yang besar untuk penelitian di bidang luar angkasa, ilmu pengetahuan, dan banyak penemuan, namun mereka luput berinvestasi untuk penelitian di bidang neuroscience. Padahal bidang neuroscience adalah salah satu bidang yang sangat penting untuk kemajuan kehidupan di masa mendatang dengan membentuk generasi-generasi yang lebih cemerlang. Generasi-generasi hebat tersebut tidak muncul begitu saja secara tiba-tiba. Membentuk generasi-generasi yang hebat dibutuhkan campur tangan banyak pihak. Anak-anak yang sekarang bayi atau bahkan masih di dalam kandungan adalah bibit-bibit yang kelak akan menjadi generasi penerus. Membentuk mereka menjadi generasi penerus yang berkualitas harus dimulai sejak dini.

Sep 7, 2016

6 Tips Menghadapi Anak Picky Eater


Apakah disini ada yang anaknya picky eater? Picky eater adalah anak yang memilih makanannya. Biasanya hanya jenis-jenis makanan tertentu yang ia sukai. Ada yang hanya suka tempe, ada yang hanya suka daging dan ada yang menolak sayur. Memiliki anak picky eater pasti membuat ibu pusing tujuh keliling. Sudah memasak berbagai macam menu, masih juga ditolak sama anak. Lupa dandan lupa mandi demi memasak untuk si buah hati, eh hanya dimakan satu dua suap, lalu dicuekin. Pengen garuk tembok deh rasanya.

Keluarga saya adalah picky eater. Saya, suami dan kedua anak saya picky eater semua. Saya tidak suka sayuran. Saat hamil kira dan kara, saya memaksakan diri untuk makan sayur. Hasilnya muntah berkali-kali lipat dari morning sickness saya. Suami saya menolak sayur dan segala macam olahan dari daging dan  Ikan. Konon katanya, picky eater itu menurun. Nah kalau suami istri sudah termasuk picky eater, lantas bagaimana anaknya?! Sudah hampir bisa dipastikan picky eater pula. 

Sep 2, 2016

Pendidikan Formal Bukan Segalanya

"Zaman industri menciptakan model pendidikan yang bisa memenuhi kebutuhan zamannya, yang kita kenal sebagai sekolah. Sekolah menjadi tempat anak-anak zaman industri belajar berbagai kemampuan untuk bisa hidup mandiri. Tidak peduli apa pun keunikan anak, sekolah menuntutnya mempelajari pelajaran yang sama dengan pelajaran yang diperoleh anak lain. Disengaja atau tidak, makna pendidikan dipersempit menjadi persekolahan. Anak yang sekolah adalah anak yang terdidik. Tidak bersekolah berarti kurang terdidik. Belajar berarti mengerjakan tugas sekolah”. 
Itu adalah sebagian kutipan yang saya ambil dari buku ANAK BUKAN KERTAS KOSONG karya Bukik Setiawan. Are you agree with this?

Aug 20, 2016

Pentingnya Eksplorasi Untuk Anak


Eksplorasi adalah salah satu cara anak belajar. Dengan cara bereksplorasi anak menjelajah semua kemungkinan yang bisa mereka temukan. Menginjak usia 1 tahun anak mulai belajar bereksplorasi lebih luas. Ia belajar memanjat benda apa saja di sekitarnya. Tak jarang benda-benda kecil ditangannya dilempar kesana kemari demi mencoba mendengar bunyinya. Pernah melihat mereka bermain pasir, memetik bunga di taman dengan kasar, atau menyobek semua kertas yang ia lihat?! Mau tahu apa saja manfaatnya?!

Aug 18, 2016

Catatan Kala Merdeka


Nak, bersenang-senang, bergembira itu ketika semua ikut tertawa. Jika ada yang menangis, itu namanya menyiksa, MENJAJAH! Tak mau kan nak kalau kamu dapat nilai minus di catatan Allah? Karena itu, ketika bersenang-senang, bergembira, pastikan semuanya ikut tertawa yaaa… Jangan sampai ada yang terluka atau tersiksa.

Jun 30, 2016

Memilih Make Up Untuk Anak

Siapakah diantara kita yang punya anak perempuan? Pernah kah para gadis cilik ini meniru kita untuk memoles lipstick, menyapukan kuas-kuas dan sponge bedak ke wajahnya? Yang merasa punya gadis cilik penuh rasa ingin tahu seperti mereka coba angkat tangan! Lalu, siapakah yang galau dan bertanya-tanya, kira-kira semua alat make up itu aman gak ya untuk mereka?!

Make Up Untuk Anak
Hhhmm... Saya salah satunya yang memiliki dua gadis cilik peniru ulung. Entah sudah berapa lipstick saya yang berakhir ditangan dua gadis mungil tersebut. Beruntung lipstick yang saya miliki sebagian besar merk lokal dengan harga yang tidak terlalu bikin sakit hati dan dompet merana. Saya juga sudah berkali-kali mengganti bedak yang hancur dan berantakan di meja rias saya. Hingga saya sediakan bedak khusus yang mirip punya saya untuk Kira dan Kara.  Tak jarang saya pun terbersit rasa khawatir, make up yang aman untuk anak-anak itu yang seperti apa ya?! Pernah Kira dan Kara mendapat oleh-oleh satu set peralatan make up ala barbie. Awalnya mereka bahagia sekali. Namun tak lama kemudian peralatan make up terbengkelai karena tak mengeluarkan warna seperti milik bunda. Hhhmmm... makin bikin galau yaa...

Apr 30, 2016

Berencana Punya Anak Lebih Dari 3? Simak Tips Berikut!

Adalah seorang Ida Tahmidah, ibu dari 5 anak, blogger aktif, wirausahawati dan masih banyak seabrek kegiatan yang ia ikuti. Namun teh Ida mampu mengkombinasikannya dengan keseimbangan dalam berbagai perannya.  Apa sih tips yang beliau jalani hingga mampu menjalankan semua perannya dengan seimbang?!

Apr 20, 2016

Review Mesin Jahit Mini Portable

Beberapa waktu yang lalu saya membeli mesin jahit portable. Kalau gak salah sih tipenya FHSM-202. Ini mesin jahit mini yang sudah memakai 2 benang, lengkap dengan pedal dan adaptor. Mesin jahit yang dibanderol dengan harga pasaran 200rb'an ini memiliki fitur yang sederhana dan diperuntukkan bagi kerja jahit sederhana. Berikut penampakan si mini portable di meja kerja saya.

FHSM-202

Apr 13, 2016

NUTRITALK: Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Alergi Protein Susu Sapi

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk datang ke acara Nutritalk di Hotel JW Marriot Surabaya yang diadakan oleh Sarihusada.  Seminar yang bertajuk nutrisi untuk bangsa tersebut mengambil tema “Early Life Nutrition: Dasar-dasar dan Pedoman Praktis Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dengan Alergi Protein Susu Sapi”.  Acara tersebut membahas tuntas tentang alergi, utamanya alergi protein susu sapi, lengkap dengan panduan optimalisasi tumbuh kembang anak yang memiliki alergi protein susu sapi.

#AlergiProteinSusuSapi

Sudah jamak terjadi kan, kita sebagai orang tua sering panik, was-was, dag-dig-dug ketika mendapati anak kita memiliki alergi, apalagi alergi susu sapi.  Untuk yang belum punya anak apa lantas bisa tenang-tenang saja? Berapa persen sih risiko seorang anak berpotensi memiliki alergi? Ternyata bisa dihitung lho, teman-teman!

Mar 22, 2016

7 CARA EFEKTIF BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK ABEGE

    Bunda Icha bersama Van & Bast
Punya anak menjelang remaja atau istilah kerennya ABG, singkatan dari Anak Baru Gede memang berbeda dengan anak Balita. Demikian juga yang dialami Elisa Koraag atau akrab di sapa Bunda Icha. Bunda Icha memiliki 2 orang anak, Frisch Bastian G. Monoarfa (16 tahun) dan Vanessa E. Monoarfa (13 tahun).  Menurut mama Van dan Bast, begitu kedua anaknya kerap dipanggil, orang tua banyak memegang kontrol dan kendali ketika anak masih Balita. Namun ketika anak sudah mulai beranjak remaja, hal itu sudah tidak berlaku lagi. Bunda Icha, demikian beliau akrab disapa, mulai memberikan ruang pada anak untuk mengelola kemampuan dirinya agar anak memiliki rasa percaya diri.

Feb 25, 2016

Sulit Makan Pada Bayi Dan Anak (GTM)

Ini adalah artikel yang sama yang pernah saya tulis dan dimuat di The Urban Mama. Agak telat sih untuk ditulis ulang disini. Namun issuenya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tips-tips yang saya dapat semoga bermanfaat untuk dibagi.

Kira dan Kara mulai GTM ketika usia 1 sampai 3 tahun. Selama 2 tahun itu makan hanya sehari 2 kali. Itupun harus dibawa jalan keliling kompleks perumahan oleh uti dan bibi pengasuhnya. Jenis makanan yang masuk hanya nasi, tempe, sate dan buah. Selain itu benar-benar ditolak, tutup mulut. Dibutuhkan usaha ekstra agar mereka mau menghabiskan porsinya. Jika makan bersama bundanya, duduk manis di meja makan, hanya bertahan hingga 2-3 suap saja. Setelah itu bubar jalan, tutup mulut, dan menangis. Karena GTM inilah akhirnya Berat badan kira dan kara susah naik. Padahal ketika MPASI segala macam makanan mau, mulai dari puree sampai ikan laut tidak pernah ditolak. Lancar.

Kira - 2 tahun

Feb 16, 2016

Tas Sekolah Kira

Ini blog post iseng, yang gak penting-penting amat.  Tapi entah kenapa tergelitik untuk menulisnya.  Jadi ceritanya saya mau mengintip isi tas sekolah bocah saya.  Karena beda bocah beda cerita, jadi kali ini saya mau buka isi tas Kira.  Oh iya, sebelumnya sudah ijin sama yang punya tas kok. Jangan khawatir. Malah yang punya tas seneng tuh kalo isi tasnya mau ditulis.

Tas Kira
Itu tas Thomas kita belikan waktu dia ulang tahun ketiga. Tas pertama yang kita belikan, karena di usia yang 3 tahun waktu itu Kira pertama kali masuk ke preschool. Jadilah kita belikan tas. Kenapa Thomas? Sudah sering lah ya saya ceritakan kalo salah satu bocah kembar saya yang ini anti sama yang berbau girly dan princess. Jadi saya comotlah yang Thomas, at least warnanya gak boyish banget lah. Masih lucu juga. Apalagi ada gambar bintangnya, favorite dia banget lah. Makanya sampe sekarang umur 5 tahun lebih pun masih aja dipake.

Dan, inilah isi tas Kira...

Feb 8, 2016

Sebuah Cerita Dari Taman

Salah satu tempat favorit kira dan kara bermain di rumah adalah di taman depan rumah. Di sini biasanya mereka bisa bermain dengan batu-batu taman, berlari-larian, berlompatan dari satu batu tapak ke batu tapak yang lain, petik-petik bunga bahkan tak jarang memangkas habis daun-daun tanaman di taman untuk bermain memasak. Kalau sudah seperti itu, biasanya utinya hanya mampu berteriak dan sedih melihat kebun bunganya hancur di tangan 2 bocah kembar saya.
Bangun tidur lari ke taman rumah eyang

Nov 26, 2015

SOSOK SEORANG BAPAK

Salah satu sosok guru dalam hidup saya adalah Bapak. Bapak yang pertama kali mengajarkan saya membaca, menulis dan mengenal buku. Bapak juga yang mengajarkan saya tentang arti kelembutan. Sebagai seorang anak yang keras kepala, Bapak lah orang pertama yang mampu memahami jalan pikiran saya.

Bapak bukan seorang professor, bukan seorang psikolog, juga bukan lulusan perguruan tinggi terkemuka. Bapak hanya seorang pria dari desa yang hanya lulus SD. Bapak hanya mengenal cara berdagang dan dengan itulah beliau memberikan nafkah untuk keluarganya. Namun Bapak adalah sosok guru hebat dalam hidup saya.

Sep 11, 2015

Manfaat Mendampingi Anak Ketika Bermain

Ini adalah tulisan marathon lagi, alias tanpa draft, dan tanpa baca ulang. Mengingat ini hari jum'at, maka waktu saya online juga pendek, karena harus segera jemput si bocah ke sekolah. Tapi tangan saya gatal untuk menulis, mumpung masih ingat, dan mungkin saja bermanfaat untuk mama-mama yang punya anak, apalagi punya anak kembar, atau anak lebih dari satu.

Jadi ceritanya kemarin saya ada rapat evaluasi perkembangan siswa di sekolah Kira dan Kara. Di rapat evaluasi ini kita akan di beri tahu perkembangan siswa ketika di sekolah, di cocokkan dengan ketika siswa di rumah, lalu di evaluasi apa yang perlu dibenahi dan stimulasi seperti apa yang harus dilakukan. Di rapat evaluasi perkembangan siswa ini akan hadir psikolog sekolah dan guru kelasnya.  Karena kelas Kira dan Kara dibatasi dalam satu kelas tidak lebih dari 10 anak, maka semua perkembangan anak akan benar-benar terpantau oleh guru kelasnya. Guru kelas ini tahu benar apa kebiasaan murid-muridnya ketika di dalam kelas.
Kira & Kara di Kebun Bibit

Sep 2, 2015

Battle Of Surabaya dan Pengalaman Nonton Pertama

Akhirnyaaaa.. setelah satu tahun puasa nonton, pecah telor juga! Untuk pertama kalinya kita nonton lagi, dan kali ini spesial karena nontonnya bareng anak-anak.  Kira dan Kara baru pertama kali masuk bioskop dan nonton di layar yang super lebaar, dengan suara yang cetar membahana.

Hari kamis yang lalu, untuk pertama kalinya Kira dan Kara nonton bioskop.  Yang sedianya kita mau nonton Inside Out, ternyata malah nyasar nonton Battle of Surabaya. Battle of Surabaya memang sudah jadi incaran. Karena kita kira belum maen, jadi bilangnya ke Kira dan Kara nonton Inside out. Ternyata setelah sampai di bioskop dan mau beli tiket, diputuskanlah nonton Battle of Surabaya.
Kesan pertama nonton bareng anak: Si bocah anteng sepanjang film diputar. Hanya sesekali colek-colek karena haus dan karena dingin. Sebelum masuk malah super excited, bahkan sampai gak sabar ketika menunggu pintu bioskop dibuka.

Persiapan yang dibutuhkan ketika nonton bareng anak-anak untuk pertama kali:

Sep 1, 2015

Kok Saya Gak Berhasil ya?!

Hal yang paling sering saya terima, ketika saya berbagi cerita tentang si kembar adalah jawaban, sebagai berikut:
“aku sudah melakukan itu tapi kok gak berhasil di anakku?”
“Kok anakku begini, gak begitu..”
“Kok di aku gak bisa sih cara seperti itu? Anakku malah makin kenceng rebutannya”
Hhhmm.. saya bingung juga ya menjelaskannya. Bukan bingung soal alasannya, tapi bingung bagaimana menyampaikannya.  Tapi baiklah, mari kita coba pelan-pelan.

Pertama, kita perlu memahami, dan benar-benar menyadari bahwa anak kita itu manusia ciptaan Allah. Bukan robot yang kalau di pencet tombol A, akan melakukan A.  Kita memang tahu kalau anak-anak itu manusia, hanya saja kita sering lupa dan khilaf, dan memperlakukan mereka sesuai keinginan kita (eehhmm.. yang ini saya juga sih).  Nah.. Karena anak-anak ini manusia yang memiliki keinginan berbeda-beda, sifat yang tidak sama, dan mereka semua unik, jadi ketika kita memberikan satu hal, maka hampir bisa dipastikan penerimaan si anak akan berbeda-beda.