Nak, bersenang-senang, bergembira itu ketika semua ikut
tertawa. Jika ada yang menangis, itu namanya menyiksa, MENJAJAH! Tak mau kan
nak kalau kamu dapat nilai minus di catatan Allah? Karena itu, ketika
bersenang-senang, bergembira, pastikan semuanya ikut tertawa yaaa… Jangan
sampai ada yang terluka atau tersiksa.
Showing posts with label Kira. Show all posts
Showing posts with label Kira. Show all posts
Aug 18, 2016
Jun 8, 2016
Ada Darah Dalam Muntah si Bocah?
Pernah panik mendapati anak muntah hebat berkali-kali dalam
sehari? Pernah kalut ketika melihat ada darah dalam muntahannya? Apa yang harus
dilakukan? Apakah penyebabnya? Ini pengalaman saya…
4 hari yang lalu saya mendapati Kira demam. Semalaman saya
berkali-kali terbangun, mendapati si bocah demam hingga 40dc. Rasa cemas dan
bertanya-tanya menghantui semalaman. Demam apa ini? Sudah seminggu Kira batuk.
Kalau memang demamnya karena batuk, kenapa demam baru muncul setelah batuk
sudah 7 hari. Sepertinya saya harus mencoret kemungkinan demam karena batuk.
Lantas kenapa?
Apr 20, 2016
Review Mesin Jahit Mini Portable
Beberapa waktu yang lalu saya membeli mesin jahit portable. Kalau gak salah sih tipenya FHSM-202. Ini mesin jahit mini yang sudah memakai 2 benang, lengkap dengan pedal dan adaptor. Mesin jahit yang dibanderol dengan harga pasaran 200rb'an ini memiliki fitur yang sederhana dan diperuntukkan bagi kerja jahit sederhana. Berikut penampakan si mini portable di meja kerja saya.
![]() |
| FHSM-202 |
Feb 25, 2016
Sulit Makan Pada Bayi Dan Anak (GTM)
Ini adalah artikel yang sama yang pernah saya tulis dan dimuat di The Urban Mama. Agak telat sih untuk ditulis ulang disini. Namun issuenya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tips-tips yang saya dapat semoga bermanfaat untuk dibagi.
Kira dan Kara mulai GTM ketika usia 1 sampai 3 tahun. Selama 2 tahun itu makan hanya sehari 2 kali. Itupun harus dibawa jalan keliling kompleks perumahan oleh uti dan bibi pengasuhnya. Jenis makanan yang masuk hanya nasi, tempe, sate dan buah. Selain itu benar-benar ditolak, tutup mulut. Dibutuhkan usaha ekstra agar mereka mau menghabiskan porsinya. Jika makan bersama bundanya, duduk manis di meja makan, hanya bertahan hingga 2-3 suap saja. Setelah itu bubar jalan, tutup mulut, dan menangis. Karena GTM inilah akhirnya Berat badan kira dan kara susah naik. Padahal ketika MPASI segala macam makanan mau, mulai dari puree sampai ikan laut tidak pernah ditolak. Lancar.
![]() |
| Kira - 2 tahun |
Feb 16, 2016
Tas Sekolah Kira
Ini blog post iseng, yang gak penting-penting amat. Tapi entah kenapa tergelitik untuk menulisnya. Jadi ceritanya saya mau mengintip isi tas sekolah bocah saya. Karena beda bocah beda cerita, jadi kali ini saya mau buka isi tas Kira. Oh iya, sebelumnya sudah ijin sama yang punya tas kok. Jangan khawatir. Malah yang punya tas seneng tuh kalo isi tasnya mau ditulis.
Itu tas Thomas kita belikan waktu dia ulang tahun ketiga. Tas pertama yang kita belikan, karena di usia yang 3 tahun waktu itu Kira pertama kali masuk ke preschool. Jadilah kita belikan tas. Kenapa Thomas? Sudah sering lah ya saya ceritakan kalo salah satu bocah kembar saya yang ini anti sama yang berbau girly dan princess. Jadi saya comotlah yang Thomas, at least warnanya gak boyish banget lah. Masih lucu juga. Apalagi ada gambar bintangnya, favorite dia banget lah. Makanya sampe sekarang umur 5 tahun lebih pun masih aja dipake.
![]() |
| Tas Kira |
Dan, inilah isi tas Kira...
Feb 8, 2016
Sebuah Cerita Dari Taman
Salah satu tempat favorit kira dan kara bermain di rumah
adalah di taman depan rumah. Di sini biasanya mereka bisa bermain dengan
batu-batu taman, berlari-larian, berlompatan dari satu batu tapak ke batu tapak yang lain,
petik-petik bunga bahkan tak jarang memangkas habis daun-daun tanaman di taman
untuk bermain memasak. Kalau sudah seperti itu, biasanya utinya hanya
mampu berteriak dan sedih melihat kebun bunganya hancur di tangan 2 bocah
kembar saya.
![]() |
| Bangun tidur lari ke taman rumah eyang |
Sep 11, 2015
Manfaat Mendampingi Anak Ketika Bermain
Ini adalah tulisan marathon lagi, alias tanpa draft, dan tanpa baca ulang. Mengingat ini hari jum'at, maka waktu saya online juga pendek, karena harus segera jemput si bocah ke sekolah. Tapi tangan saya gatal untuk menulis, mumpung masih ingat, dan mungkin saja bermanfaat untuk mama-mama yang punya anak, apalagi punya anak kembar, atau anak lebih dari satu.
Jadi ceritanya kemarin saya ada rapat evaluasi perkembangan siswa di sekolah Kira dan Kara. Di rapat evaluasi ini kita akan di beri tahu perkembangan siswa ketika di sekolah, di cocokkan dengan ketika siswa di rumah, lalu di evaluasi apa yang perlu dibenahi dan stimulasi seperti apa yang harus dilakukan. Di rapat evaluasi perkembangan siswa ini akan hadir psikolog sekolah dan guru kelasnya. Karena kelas Kira dan Kara dibatasi dalam satu kelas tidak lebih dari 10 anak, maka semua perkembangan anak akan benar-benar terpantau oleh guru kelasnya. Guru kelas ini tahu benar apa kebiasaan murid-muridnya ketika di dalam kelas.
Jadi ceritanya kemarin saya ada rapat evaluasi perkembangan siswa di sekolah Kira dan Kara. Di rapat evaluasi ini kita akan di beri tahu perkembangan siswa ketika di sekolah, di cocokkan dengan ketika siswa di rumah, lalu di evaluasi apa yang perlu dibenahi dan stimulasi seperti apa yang harus dilakukan. Di rapat evaluasi perkembangan siswa ini akan hadir psikolog sekolah dan guru kelasnya. Karena kelas Kira dan Kara dibatasi dalam satu kelas tidak lebih dari 10 anak, maka semua perkembangan anak akan benar-benar terpantau oleh guru kelasnya. Guru kelas ini tahu benar apa kebiasaan murid-muridnya ketika di dalam kelas.
![]() |
| Kira & Kara di Kebun Bibit |
Sep 2, 2015
Battle Of Surabaya dan Pengalaman Nonton Pertama
Akhirnyaaaa.. setelah satu tahun puasa nonton, pecah telor juga! Untuk pertama kalinya kita nonton lagi, dan kali ini spesial karena nontonnya bareng anak-anak. Kira dan Kara baru pertama kali masuk bioskop dan nonton di layar yang super lebaar, dengan suara yang cetar membahana.
Hari kamis yang lalu, untuk pertama kalinya Kira dan Kara nonton bioskop. Yang sedianya kita mau nonton Inside Out, ternyata malah nyasar nonton Battle of Surabaya. Battle of Surabaya memang sudah jadi incaran. Karena kita kira belum maen, jadi bilangnya ke Kira dan Kara nonton Inside out. Ternyata setelah sampai di bioskop dan mau beli tiket, diputuskanlah nonton Battle of Surabaya.
Kesan pertama nonton bareng anak: Si bocah anteng sepanjang film diputar. Hanya sesekali colek-colek karena haus dan karena dingin. Sebelum masuk malah super excited, bahkan sampai gak sabar ketika menunggu pintu bioskop dibuka.
Persiapan yang dibutuhkan ketika nonton bareng anak-anak untuk pertama kali:
Sep 1, 2015
Kok Saya Gak Berhasil ya?!
Hal yang paling sering saya
terima, ketika saya berbagi cerita tentang si kembar adalah jawaban, sebagai
berikut:
“aku sudah melakukan itu tapi kok
gak berhasil di anakku?”
“Kok anakku begini, gak begitu..”
“Kok di aku gak bisa sih cara
seperti itu? Anakku malah makin kenceng rebutannya”
Hhhmm.. saya bingung juga ya
menjelaskannya. Bukan bingung soal alasannya, tapi bingung bagaimana
menyampaikannya. Tapi baiklah, mari kita
coba pelan-pelan.
Pertama, kita perlu memahami, dan
benar-benar menyadari bahwa anak kita itu manusia ciptaan Allah. Bukan robot
yang kalau di pencet tombol A, akan melakukan A. Kita memang tahu kalau anak-anak itu manusia,
hanya saja kita sering lupa dan khilaf, dan memperlakukan mereka sesuai
keinginan kita (eehhmm.. yang ini saya juga sih). Nah.. Karena anak-anak ini manusia yang
memiliki keinginan berbeda-beda, sifat yang tidak sama, dan mereka semua unik,
jadi ketika kita memberikan satu hal, maka hampir bisa dipastikan penerimaan si
anak akan berbeda-beda.
Aug 7, 2015
Who Support Breastfeeding?
Sekarang sudah memasuki bulan Agustus. Sebagian besar
teman-teman di wall facebook saya beramai-ramai merayakan World Breastfeeding
Week. Karena sebagian besar teman-teman saya adalah para ibu-ibu dengan banyak
cerita, maka timeline saya pun ramai oleh bahasan khas ibu-ibu.
Memasuki pekan ASI dunia inipun masih sama seperti
tahun-tahun sebelumnya. Kembali perang ASI vs Sufor seperti tak pernah ada
habisnya. Ada yang mendukung pekan ASI dunia, ada yang adem ayem, ada pula yang
merasa terintimidasi.
Saya bukan salah satu bagian dari ibu yang memiliki cerita
sukses memberikan ASI. Saya tidak punya sertifikat ASI apapun. Saya juga tidak
punya cerita pujian bertubi-tubi tentang kisah pemberian ASI untuk si kembar
saya. Ya, karena saya hanya memberikan ASI eksklusif beberapa bulan saja, dan
setelah itu dicampur dengan susu formula hingga Kira dan Kara WWL, Weaning With
Love. Sama seperti mama-mama yang
memberikan susu formula ke anaknya, saya pun sempat menuai protes. Tapi saya bukan
orang yang mudah surut langkah atau kecil hati ketika menuai caci maki dan
kritikan. Demikian juga dalam perjalanan saya mengasuh Kira dan Kara. Saya
hanya mampu memaklumi , mereka hanya tidak tahu apa yang saya lalui dan apa yang sudah saya
perjuangkan. Juga tidak perlu menjadikan itu hal yang besar
untuk menyurutkan langkah atau memusuhi kawan dan saudara. Kasih senyum saja lah
yaaa.. Jangan lupa ucapkan terima kasih! Bagaimanapun juga kritik, cacian,
makian, dan protes adalah salah satu bentuk perhatian bukan?!
Jan 29, 2015
Rhinitis... Oh Rhinitis...
Lagi musim hujan, matahari sering terlambat keluar, jadi
hidung sering mendadak berair dan buntu padahal gak lagi flu. Hidung baru
kembali normal setelah ketemu matahari. Kenapa bisa gitu yaaa…?? Konon katanya
itu namanya “Rhinitis”.
Jadi Rhinitis itu apa sih? Rhinitis adala peradangan pada
lapisan rongga hidung. Rhinis sendiri ada 2, Rhinitis allergic dan Rhinitis
non-allergic.
Jan 15, 2015
Shofia, Sosok Putri Yang Sempurna
Siapa yang tidak mengenal Princess Shofia. Shofia, putri yang cantik dan mandiri, memang
layak menjadi idola para anak perempuan.
Sejak mengenal versi film kartunnya, Kara langsung menyukainya. Maka
sejak itu, dimana ada pernak-pernik princess Shofia, jangan heran jika Kara
akan berteriak histeris dan tertawa senang.
Jan 1, 2015
Liburan Desember - Edisi Bandung
Tanggal 20 Desember 2014 pagi, akhirnya kami sampai di Bumi
Sangkuriang, Bandung. Inilah hari yang
dinanti-nantikan. Sebelumnya di jalan, hati saya sudah dag-dig-dug membayangkan
akan bertemu seluruh keluarga besar The Urban Mama Family yang sebelumnya hanya
saya temui via whatsapp saja (kecuali Teh Ninit dan Cindy yang pernah berkunjung
ke Surabaya). Syukurlah sepanjang jalan saya ngantuk berat, efek kurang tidur
semalam, sehingga jantung saya tak jadi meledak karena over excited.
Sebelum bertemu TUM Family, sebenarnya saya ada janji
bertemu dengan saudara sepupu yang kebetulan juga liburan ke Bandung. Tapi
karena tol macet akhirnya tertunda dan baru bisa bertemu tepat kita sampai di
Bumi Sangkuriang Bandung. Jadilah saya dobel
excited bisa bertemu sepupu sekaligus TUM family dalam waktu yang
bersamaan. Tapi karena kita harus prepare untuk berangkat outing, jadilah
pertemuan dengan Mbak Ratih tidak bisa lama, dan kurang puas. Semoga kita
berjodoh lain kesempatan ya, kakak Faiza…
*kiss & hug*
Dec 23, 2014
Liburan Desember - Edisi Cimahi
Desember menjadi bulan yang menggairahkan bagi saya. Karena di bulan ini saya punya banyak rencana menyenangkan. Mulai dari ikut seminar ibu Elly Risman untuk pertama kalinya. Thanks to my dear friend Dhira yang sudah dengan sukarela meluangkan waktunya buat nemenin datang ke seminar, meskipun bunda Dhira udah berkali-kali ikutan seminarnya.
Lalu rencana liburan ke Cimahi. Karena ada rencana outing bersama TUMfamily di Bandung, dan ternyata tiket keretanya lumayan mihil, akhirnya kita memutuskan untuk berangkat beberapa hari lebih awal. Selain bisa dapat harga tiket lebih murah, kita juga bisa main ke rumah eyang di Cimahi.
Setelah touch down di Bandung dan Cimahi, saya terpesona dengan udaranya. Dingiiiinnn... Karena saya termasuk salah satu "manusia matahari", maka sejak mendarat, hidung saya sukses meler dan buntu. Yes! Alergi dingin saya kambuh. Kira sih gak terlalu berefek. Kara, hanya saat malam dan setelah mandi saja. Saya? Sepanjang hari selama di Bandung dan Cimahi. Alhamdulillah, setelah kena panasnya matahari Surabaya, hidung saya kembali normal. hahaha... semacam ada sensor suhunya sajaa...
Pertama, kita berangkat jam 5 kurang dari rumah. Meskipun kereta masih jam 7 malam, kita sengaja berangkat lebih awal, karena lagi hujan deras, dan khawatir dimana-mana macet, keburu ketinggalan kereta, lebih baik berangkat lebih awal. Sampai di Stasiun jam 6an. Anak-anak istirahat sambil makan donat dan kita juga bisa sholat maghrib dulu sebelum kereta datang. Alhamdulillah tak lama keretanya sudah masuk stasiun. Jadi kita tak perlu menunggu waktu lama, keretanya benar-benar in time! saluuuutt... Naik Mutiara selatan waktu berangkat ini cukup memuaskan. Keretanya bersih, toilet bersih, kereta datang 30 menit sblm waktu berangkat, ketersediaan selimut dan bantal mencukupi, suhu pun dinginnya masih wajar, meskipun buat saya tetep saja dingin (manusia matahari as always). Meskipun sampai bandung terlambat 45 menit juga sih, tapi overall puas lah. Apalagi waktu sampai stasiun jogja tengah malam masih sempat menikmati gudeg jalanan yang dijual ibu-ibu diantara rel stasiun. heheu... Jadi kangen gudeg jogja :D
Sampai stasiun Bandung, kereta terlambat 45 menit dari jadwal, dan eyang sudah menanti dengan setia di Bandung. Kita dijemput dan diajak makan di rumah makan sunda. Menu dan rasanya asssoooyy.. Sunda pisan. Enaaaakkk banget... apalagi pagi-pagi perut lapar, mata ngantuk, udara dingin, klop lah untuk karbo-loading :D hehehe...
Dari Rumah makan Sunda, kita tidak langsung cuss ke rumah eyang, tetapi mampir dulu ke rumah Om yang ada di dekat rumah eyang. Sampai disana kita dibuat takjub oleh dekorasi rumah. Ini rumah tipe rumah idaman kita bangeeettt.. Rumah dengan halaman luas, ada saung untuk bercengkerama dan ngobrol bareng sahabat. Ada taman dengan bunga-bunga dan kolam ikan dengan suara gemericik air. Ada dapur di depan, tempat yang paling pas untuk menjamu tamu. Lalu ada rumah utama yang mungil dan minimalis, tempat yang nyaman dan hangat untuk keluarga. Asliiii.. rumahnya eksotik banget dengan bahan utama kayu dan bambu. Udara dingin semriwingnya cimahi membuat rumah ini semakin eksotik dan nyaman. Oh iya, ada tambahan cottage yang terpisah tak jauh dari bangunan utama yang bisa dimanfaatkan sebagai kamar tamu jika ada tamu menginap. Sebenarnya si tante Pia yang memilik suara dan tawa yang renyah ini mempersilahkan kita jika ingin menginap disini, tapi karena tujuan utama kami mau ke rumah eyang, jadi dengan sangat berat hati kita menolak undangan yang sangat menggoda ini. Well, one day kita akan punya rumah yang eksotik dan nyaman seperti ini ya, by... :)
Dari rumah idaman ini, kita lalu berangkat ke rumah eyang. Memasuki pagar rumah yang megah ini kita disuguhi rumah kuno dengan bangunan khas Belanda yang memiliki atap tinggi, jendela banyak dan besar juga pintu yang lebar. Rumah eyang tidak kalah menyenangkannya dengan rumah tante Pia. Rumah yang memiliki nilai nostalgia buat ayah Ki-Ka ini memiliki halaman yang super luas, dan bangunan utama yang juga besar. Karena eyang hobi sekali menanam dan merawat bunga, maka bagian favorite saya dari rumah ini tentu saja taman bunganya, baik yang di depan rumah maupun yang ada di halaman belakang. Bunga-bunga di taman eyang seolah tumbuh dengan sehat dan terawat penuh kasih sayang. Terlihat sekali kelopak bunganya bisa lebar dan gemuk dengan warna yang segar dan cerah. Beruntung pula di rumah eyang, cucu-cucunya yang tinggal serumah sudah mulai beranjak besar, jadi tidak ada tangan-tangan mungil yang melucuti daun-daun dan kelopak bunganya untuk dijadikan mainan seperti disini. hehe.. *sujud minta ampun sama uti*
Yang tak kalah menyenangkannya di rumah eyang ini semua penghuninya ramah dan santun. Bahkan ada om dan tante yang ada bisnis konveksi di rumah. Kita yang kebetulan sedang merintis bidang usaha yang mirip, jadi bisa berguru ilmunya. Puas banget lihat workshopnya, bertanya dan ngobrol langsung. Bahkan banyak ide bermunculan. Kira & Kara juga punya kenalan sepupu yang seusianya, ganteng dan super aktif. Meskipun awalnya bermusuhan, namun akhirnya bisa kompak dan berteman.
karena udara yang mendukung untuk mulut terus memamah biak, maka makanan ringan tak henti-hentinya disuguhkan di atas meja. Habis, isi lagi, habis isi lagi.. Mungkin 1 minggu lagi kita disana, pulang sukses menambah lemak di perut dan pipi. Beruntungnya kira dan kara juga jadi lebih lahap makan. Istilah "makan utama dulu baru makan kue" tidak berlaku disana. Sebanyak apapun Kira dan Kara makan kue, saatnya makan utama juga masih tetep asik aja makannya. meskipun ada beberapa saat dia malas makan karena ngantuk dan capek. Maklum 2 kunyil itu asik berlarian dan bermain. Tempat baru selalu menyenangkan untuk dieksplorasi anak-anak. Oh iya, pada akhirnya kita pulang membawa resep baru untuk dijadikan camilan di rumah. Super yippie kan...
Ternyata 2 hari disana terasa kurang yaa.. Kalau bakalan tahu semenyenangkan ini, kita berangkat lebih awal lagi yaa... Semoga kita ada rejeki untuk bisa maen kesana lagi. Menikmati suasana dan udara yang nyaman dan sejuk. Biar kata orang Cimahi bilang, Cimahi sekarang panas, arek Surabaya ini tetep bilang Cimahi jauh lebh sejuk dan adem. ya iyaaa laahh... secara Surabaya suhunya 31-33dc lhoooo... hiks *peres keringat*
Setelah waktu berkunjung ke Cimahi habis, kita harus cabut ke Bandung untuk trip selanjutnya. Saatnya outing bersama team The Urban Mama, sponsor utama kita hingga sampai ada pengalaman semenyenangkan ini.
Cimahi, Thank you for the warmest greating ever!
Ps. Photo-photo menyusul yaa.. masih belum dipindahin dari Ipad :D
Lalu rencana liburan ke Cimahi. Karena ada rencana outing bersama TUMfamily di Bandung, dan ternyata tiket keretanya lumayan mihil, akhirnya kita memutuskan untuk berangkat beberapa hari lebih awal. Selain bisa dapat harga tiket lebih murah, kita juga bisa main ke rumah eyang di Cimahi.
Setelah touch down di Bandung dan Cimahi, saya terpesona dengan udaranya. Dingiiiinnn... Karena saya termasuk salah satu "manusia matahari", maka sejak mendarat, hidung saya sukses meler dan buntu. Yes! Alergi dingin saya kambuh. Kira sih gak terlalu berefek. Kara, hanya saat malam dan setelah mandi saja. Saya? Sepanjang hari selama di Bandung dan Cimahi. Alhamdulillah, setelah kena panasnya matahari Surabaya, hidung saya kembali normal. hahaha... semacam ada sensor suhunya sajaa...
Pertama, kita berangkat jam 5 kurang dari rumah. Meskipun kereta masih jam 7 malam, kita sengaja berangkat lebih awal, karena lagi hujan deras, dan khawatir dimana-mana macet, keburu ketinggalan kereta, lebih baik berangkat lebih awal. Sampai di Stasiun jam 6an. Anak-anak istirahat sambil makan donat dan kita juga bisa sholat maghrib dulu sebelum kereta datang. Alhamdulillah tak lama keretanya sudah masuk stasiun. Jadi kita tak perlu menunggu waktu lama, keretanya benar-benar in time! saluuuutt... Naik Mutiara selatan waktu berangkat ini cukup memuaskan. Keretanya bersih, toilet bersih, kereta datang 30 menit sblm waktu berangkat, ketersediaan selimut dan bantal mencukupi, suhu pun dinginnya masih wajar, meskipun buat saya tetep saja dingin (manusia matahari as always). Meskipun sampai bandung terlambat 45 menit juga sih, tapi overall puas lah. Apalagi waktu sampai stasiun jogja tengah malam masih sempat menikmati gudeg jalanan yang dijual ibu-ibu diantara rel stasiun. heheu... Jadi kangen gudeg jogja :D
Sampai stasiun Bandung, kereta terlambat 45 menit dari jadwal, dan eyang sudah menanti dengan setia di Bandung. Kita dijemput dan diajak makan di rumah makan sunda. Menu dan rasanya asssoooyy.. Sunda pisan. Enaaaakkk banget... apalagi pagi-pagi perut lapar, mata ngantuk, udara dingin, klop lah untuk karbo-loading :D hehehe...
Dari Rumah makan Sunda, kita tidak langsung cuss ke rumah eyang, tetapi mampir dulu ke rumah Om yang ada di dekat rumah eyang. Sampai disana kita dibuat takjub oleh dekorasi rumah. Ini rumah tipe rumah idaman kita bangeeettt.. Rumah dengan halaman luas, ada saung untuk bercengkerama dan ngobrol bareng sahabat. Ada taman dengan bunga-bunga dan kolam ikan dengan suara gemericik air. Ada dapur di depan, tempat yang paling pas untuk menjamu tamu. Lalu ada rumah utama yang mungil dan minimalis, tempat yang nyaman dan hangat untuk keluarga. Asliiii.. rumahnya eksotik banget dengan bahan utama kayu dan bambu. Udara dingin semriwingnya cimahi membuat rumah ini semakin eksotik dan nyaman. Oh iya, ada tambahan cottage yang terpisah tak jauh dari bangunan utama yang bisa dimanfaatkan sebagai kamar tamu jika ada tamu menginap. Sebenarnya si tante Pia yang memilik suara dan tawa yang renyah ini mempersilahkan kita jika ingin menginap disini, tapi karena tujuan utama kami mau ke rumah eyang, jadi dengan sangat berat hati kita menolak undangan yang sangat menggoda ini. Well, one day kita akan punya rumah yang eksotik dan nyaman seperti ini ya, by... :)
Dari rumah idaman ini, kita lalu berangkat ke rumah eyang. Memasuki pagar rumah yang megah ini kita disuguhi rumah kuno dengan bangunan khas Belanda yang memiliki atap tinggi, jendela banyak dan besar juga pintu yang lebar. Rumah eyang tidak kalah menyenangkannya dengan rumah tante Pia. Rumah yang memiliki nilai nostalgia buat ayah Ki-Ka ini memiliki halaman yang super luas, dan bangunan utama yang juga besar. Karena eyang hobi sekali menanam dan merawat bunga, maka bagian favorite saya dari rumah ini tentu saja taman bunganya, baik yang di depan rumah maupun yang ada di halaman belakang. Bunga-bunga di taman eyang seolah tumbuh dengan sehat dan terawat penuh kasih sayang. Terlihat sekali kelopak bunganya bisa lebar dan gemuk dengan warna yang segar dan cerah. Beruntung pula di rumah eyang, cucu-cucunya yang tinggal serumah sudah mulai beranjak besar, jadi tidak ada tangan-tangan mungil yang melucuti daun-daun dan kelopak bunganya untuk dijadikan mainan seperti disini. hehe.. *sujud minta ampun sama uti*
Yang tak kalah menyenangkannya di rumah eyang ini semua penghuninya ramah dan santun. Bahkan ada om dan tante yang ada bisnis konveksi di rumah. Kita yang kebetulan sedang merintis bidang usaha yang mirip, jadi bisa berguru ilmunya. Puas banget lihat workshopnya, bertanya dan ngobrol langsung. Bahkan banyak ide bermunculan. Kira & Kara juga punya kenalan sepupu yang seusianya, ganteng dan super aktif. Meskipun awalnya bermusuhan, namun akhirnya bisa kompak dan berteman.
karena udara yang mendukung untuk mulut terus memamah biak, maka makanan ringan tak henti-hentinya disuguhkan di atas meja. Habis, isi lagi, habis isi lagi.. Mungkin 1 minggu lagi kita disana, pulang sukses menambah lemak di perut dan pipi. Beruntungnya kira dan kara juga jadi lebih lahap makan. Istilah "makan utama dulu baru makan kue" tidak berlaku disana. Sebanyak apapun Kira dan Kara makan kue, saatnya makan utama juga masih tetep asik aja makannya. meskipun ada beberapa saat dia malas makan karena ngantuk dan capek. Maklum 2 kunyil itu asik berlarian dan bermain. Tempat baru selalu menyenangkan untuk dieksplorasi anak-anak. Oh iya, pada akhirnya kita pulang membawa resep baru untuk dijadikan camilan di rumah. Super yippie kan...
Ternyata 2 hari disana terasa kurang yaa.. Kalau bakalan tahu semenyenangkan ini, kita berangkat lebih awal lagi yaa... Semoga kita ada rejeki untuk bisa maen kesana lagi. Menikmati suasana dan udara yang nyaman dan sejuk. Biar kata orang Cimahi bilang, Cimahi sekarang panas, arek Surabaya ini tetep bilang Cimahi jauh lebh sejuk dan adem. ya iyaaa laahh... secara Surabaya suhunya 31-33dc lhoooo... hiks *peres keringat*
Setelah waktu berkunjung ke Cimahi habis, kita harus cabut ke Bandung untuk trip selanjutnya. Saatnya outing bersama team The Urban Mama, sponsor utama kita hingga sampai ada pengalaman semenyenangkan ini.
Cimahi, Thank you for the warmest greating ever!
Ps. Photo-photo menyusul yaa.. masih belum dipindahin dari Ipad :D
Dec 3, 2014
Through The Process
"mata mamah melihat proses, saat yang lain fokus pada hasil" Itu adalah penggalan signature sahabat saya di the urban mama, Sidta namanya. Signature yang membekas kuat pada ingatan saya. Penggalan kalimat itu memang sangat berkesan bagi saya, karena seperti sebuat sentilan dan tamparan buat saya.
Oct 20, 2014
Diam itu Bukan Tujuan
"Saya tahu penyebabnya. Perut kalian sakit pasti karena makan bakso di tempat yang tidak bersih", kata Dokter Banu. "Memangnya kalau makan bakso jadi sakit perut ya??" Tanya Kimo heran." Itulah penggalan cerita yang saya ambil dari buku Kira dan Kara. Hanya karena ada anak makan bakso lalu sakit perut, lantas Kimo menyimpulkan bahwa bakso itu bikin sakit perut dan menyalahkan baksonya.
![]() |
Familiar dengan hal tersebut? Sepertinya hal sepele, namun bagi saya itu benar-benar catatan yang harus saya tempel di salah satu otak saya dengan garis bawah yang tebal. Pernah dengar ketika anak jatuh, lantas orang tua berusaha menenangkan si anak dengan memukul atau menyalahkan batunya?
Oct 18, 2014
Sebuah Cerita Sepulang Sekolah
Suatu siang, ketika saya jemput Kira dan Kara sepulang sekolah, seperti biasa saya mendapati kedua gadis itu masih sibuk memasang sepatunya sambil mengamati teman-temannya. Karena tak juga selesai, akhirnya saya hampiri keduanya. Rupanya mereka memasang sepatu sambil bengong melihat temannya yang asyik memamerkan tas sekolah barunya yang berbentuk trolley bergambar mobil Lightning Mcqueen (semoga gak salah tulis nama niiih...)
Sep 24, 2014
Anakku SLOW GROWTH
Wah ini BBnya kurang! Kok BBnya dibawah garis merah?!
Jangan-jangan kurang gizi… Anaknya kurus sekali…
Travelling bersama Anak Homesick (Cerita Mudik - Part II)
Ini adalah lanjutan cerita dari acara mudik kita kemarin. masih ada 1 cerita
menarik lagi, yaitu mudik bersama si anak home-sick.
Saya termasuk home-sick. Setiap kali tidur di tempat yang
bukan tempat tidur saya sendiri, saya pasti pecicilan dan mudah sekali bangun,
dan merasa gak nyaman. Gak nyaman bukan karena tempatnya yang tidak bersih atau
apa, tapi hanya karena “it’s not belong to me”.
Just as simple as that. Saya jauh
lebih mudah tertidur lelap di dalam tenda di tengah hutan, daripada harus tidur
di rumah orang dengan kamar ber AC dan berfasilitas lengkap. Eh, kecuali hotel yaa, mungkin karena merasa "kan aku bayarrr..." hahaha...
Ayah Ki-Ka?
Aug 24, 2014
Cerita Mudik (Part I)
Yess!! akhirnya minggu kemarin kita mudik. Gak tanggung-tanggung 9 hari.. Sebenarnya sih pengen lebih lama lagi, tapi Kara homesick + ayahsick akut.. haha.. iyaa, tiap kali mau tidur yang dicari kamarnya sama ayahnya. Cerita mudik part I kali ini akan bercerita tentang itinerary jalan-jalan di kampung halaman. Seru, penuh petualangan dan banyak cerita baru.
Awalnya saya ingin mengajak Kira dan Kara bermain ke kebun Teh Jamus yang memang asik tempatnya untuk berpetualang ala Sherina dan berenang di waterboom. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya batal. Meskipun gak jadi, bukan berarti liburan jadi gloomy dan membosankan. Bunda dan Om Ipin mencari tempat-tempat yang seru yang bisa dijadikan arena petualangan buat Kira dan Kara
Subscribe to:
Posts (Atom)











