Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

May 28, 2017

Sepotong Kenangan Bersama Bapak

Hari ini adalah salah satu hari jungkir balik merawat dua blog di tengah deadline berjejer yang seharusnya saya kerjakan. Laporan keuangan bulanan untuk 2 perusahaan belum selesai saya kerjakan, hutang tulisan masih rapi manis belum tersentuh. Entah mengapa hati saya sedang campur aduk. Iseng saya susuri jajaran draft tulisan dalam folder blog. Hingga mata saya terpaku pada tulisan ini. Saya tahu, kembali membuka tulisan ini berarti kembali air mata saya akan meleleh. Namun ternyata jari saya tak mampu bertahan untuk tidak bergerak. Cursor pun mengarah ke file berjudul "Sepotong Kenangan Bersama Bapak" dan terbukalah kenangan masa lalu.


Kini saatnya dunia turut membaca. Melepaskan tulisan ini menjadi milik semua. Ini sepotong kenangan bersama Bapak. Tak banyak, namun sangat berharga. Kelak, biarkan Kira dan Kara juga turut membacanya. Biarkan mereka tahu dari mana terbentuk sosok ibunya seperti sekarang ini.

Feb 5, 2017

Pindah Rumah

Belakangan ini beberapa teman menanyakan kok blognya udah gak update lagi?! Gak banyak sih, hanya beberapa. Saya sempat heran, ternyata ada juga yang memperhatikan ya.. Lalu saya masih menerima notifikasi di email tentang komen-komen yang masuk. Eh, ternyata blognya masih ada yang baca ya?! heuheu... Takjub aja. Lha wong tulisan isinya curhatan-curhatan emak galau, ternyata ada juga yang baca yaaa.. Kirain statistik yang ada di analytics itu hanya hasil klik saya sendiri atau kliknya suami dan teman yang saya "paksa" baca. hahaha...



Aug 27, 2016

Nyeri Saat Menstruasi

Ada yang pernah mengalami nyeri saat menstruasi atau menjelang menstruasi? Ada yang pernah mengenal istilah PreMenstrual Syndrome, atau PMS? Perempuan kalau menjelang datang bulan mendadak jadi lebih galak dari macan itu sudah biyaassaaa ya?! Nyeri di sekitar perut dan pinggang di 3 hari pertama menstruasi itu sudah jamak terjadi.

Aug 24, 2016

The Dream Catcher

Terinspirasi dari sebuah artikel yang berjudul “Melangitkan Mimpi” yang saya dapat dari blog mbak Meutia Rahmah, akhirnya saya mendarat dan menulis ini. Mbak Meutia Rahmah adalah salah satu teman blogger yang saya kenal via dunia maya. Tinggal di Aceh, bekerja sebagai seorang dosen bahasa arab, mbak Meutia Rahmah adalah sosok yang berjuang meraih impiannya. The Dream catcher saya menyebutnya..

Aug 18, 2016

Catatan Kala Merdeka


Nak, bersenang-senang, bergembira itu ketika semua ikut tertawa. Jika ada yang menangis, itu namanya menyiksa, MENJAJAH! Tak mau kan nak kalau kamu dapat nilai minus di catatan Allah? Karena itu, ketika bersenang-senang, bergembira, pastikan semuanya ikut tertawa yaaa… Jangan sampai ada yang terluka atau tersiksa.

Jul 29, 2016

Lebaran: Tentang Metamorfosis dan Cerita Sebuah Nama

Tak dapat dipungkiri momen mudik selalu membawa oleh-oleh berkesan bagi pelakunya. Oleh-oleh dari kampung halaman rasanya sudah menjadi hal yang wajib dibawa. Oleh-oleh bukan hanya berupa barang atau makanan khas kampung halaman, tetapi juga bisa berupa cerita. Momen yang hanya terjadi setahun sekali sudah barang tentu akan meninggalkan jejak cerita beragam dan berkesan. Ini oleh-oleh mudik saya, cerita tentang metamorfosis dan  sebuah nama.

Jun 8, 2016

Ada Darah Dalam Muntah si Bocah?

Pernah panik mendapati anak muntah hebat berkali-kali dalam sehari? Pernah kalut ketika melihat ada darah dalam muntahannya? Apa yang harus dilakukan? Apakah penyebabnya? Ini pengalaman saya…

Kira

4 hari yang lalu saya mendapati Kira demam. Semalaman saya berkali-kali terbangun, mendapati si bocah demam hingga 40dc. Rasa cemas dan bertanya-tanya menghantui semalaman. Demam apa ini? Sudah seminggu Kira batuk. Kalau memang demamnya karena batuk, kenapa demam baru muncul setelah batuk sudah 7 hari. Sepertinya saya harus mencoret kemungkinan demam karena batuk. Lantas kenapa?

Feb 16, 2016

Tas Sekolah Kira

Ini blog post iseng, yang gak penting-penting amat.  Tapi entah kenapa tergelitik untuk menulisnya.  Jadi ceritanya saya mau mengintip isi tas sekolah bocah saya.  Karena beda bocah beda cerita, jadi kali ini saya mau buka isi tas Kira.  Oh iya, sebelumnya sudah ijin sama yang punya tas kok. Jangan khawatir. Malah yang punya tas seneng tuh kalo isi tasnya mau ditulis.

Tas Kira
Itu tas Thomas kita belikan waktu dia ulang tahun ketiga. Tas pertama yang kita belikan, karena di usia yang 3 tahun waktu itu Kira pertama kali masuk ke preschool. Jadilah kita belikan tas. Kenapa Thomas? Sudah sering lah ya saya ceritakan kalo salah satu bocah kembar saya yang ini anti sama yang berbau girly dan princess. Jadi saya comotlah yang Thomas, at least warnanya gak boyish banget lah. Masih lucu juga. Apalagi ada gambar bintangnya, favorite dia banget lah. Makanya sampe sekarang umur 5 tahun lebih pun masih aja dipake.

Dan, inilah isi tas Kira...

Nov 26, 2015

SOSOK SEORANG BAPAK

Salah satu sosok guru dalam hidup saya adalah Bapak. Bapak yang pertama kali mengajarkan saya membaca, menulis dan mengenal buku. Bapak juga yang mengajarkan saya tentang arti kelembutan. Sebagai seorang anak yang keras kepala, Bapak lah orang pertama yang mampu memahami jalan pikiran saya.

Bapak bukan seorang professor, bukan seorang psikolog, juga bukan lulusan perguruan tinggi terkemuka. Bapak hanya seorang pria dari desa yang hanya lulus SD. Bapak hanya mengenal cara berdagang dan dengan itulah beliau memberikan nafkah untuk keluarganya. Namun Bapak adalah sosok guru hebat dalam hidup saya.

Apr 4, 2015

#Selfie; Dibalik Cerita Mertua dan Menantu

Saya bukan tipe manusia yang doyan nyelfie. Rasa-rasanya wajah ini bukan tipe kameragenic deh. Jadi kalau ketemu kamera udah otomatis saja mata meleng kemana-mana. Hahaha… Semoga bukan termasuk manusia langka ditengah badai narsisme yang melanda yaaa..

Dan berhubung foto selfie saya itu langka dan susah di dapat, setelah ubek-ubek puluhan kali pun, yang ketemu ya Cuma ini. Dan melihat foto ini pun ingatan saya masih jelas, kenapa saya nekat nyelfie meskipun cermin di depan saya ketawa cekikikan melihat saya kaku di depan kamera.
Jadi ceritanya nekat nyelfie ini karena saya sedang keGR’an. Hidung saya kembang kempis, kepala saya sudah mau menyentuh langit-langit. Untung leher saya kokoh, jadi Alhamdulillah kepala saya masih utuh ada di tempatnya. Hahaha… Mumpung Pede lagi di level tertinggi, ngacirlah saya nyelfie di wastafel toilet seperti kebanyakan foto selfie yang kekinian itu.

Mar 16, 2015

Berkunjung ke Perpustakaan

Duuuhh, tulisan ini sudah lama terlupakan di hardisk laptop. Mau diupload lupa teruss.. Semoga bukan dari gejala pikun dan tua mendadak yaaa...
Jadi ceritanya liburan yang lalu kami berkunjung ke perpustakaan umum yang terdekat dari rumah.  Pergi ke perpustakaan sebenarnya sudah menjadi permintaan sejak lama Kira dan Kara. Tapi entah karena apa, kami belum sempat juga mengajak mereka kesana.  Namun kali ini kami tak punya alasan lain selain menyeret langkah kaki kami kesana. Selain karena anak-anak sedang libur sekolah, rasanya sudah lama juga kami tidak menikmati waktu dengan membaca buku.

Jan 25, 2015

Do'a Untuk Bapak Presiden

Waaa… akhir-akhir ini jagad sosial media lagi rame.. Perbincangan, issue, kejadian semua bergerak seperti roller coaster. Bikin dag-dig-dug serrr.. naik-turun.. hahaha… Ada yang emosi, ada yang kecewa, ada yang menyesal, ada yang tepuk tangan, ada yang bersorak, ada yang ketawa-ketawa, ada juga yang tidak ingin ambil pusing. Seruu.. seruu… Alhamdulillah ternyata masih banyak yang peduli dengan bangsa ini. Alhamdulillah masih banyak yang ikut urun rembug, sumbang pendapat, sumbang saran, sumbang ide, sumbang kritik, sumbang do’a. Alhamdulillah… Semoga dengan ini, bangsa Indonesia yang maju dan berkepribadian bisa terwujud bersama sesuai harapan yaa.. Karena tidak mudah pastinya mewujudkan cita-cita bangsa kalau hanya jalan sendirian ya?!

Jan 1, 2015

Liburan Desember - Edisi Bandung

Tanggal 20 Desember 2014 pagi, akhirnya kami sampai di Bumi Sangkuriang, Bandung.  Inilah hari yang dinanti-nantikan. Sebelumnya di jalan, hati saya sudah dag-dig-dug membayangkan akan bertemu seluruh keluarga besar The Urban Mama Family yang sebelumnya hanya saya temui via whatsapp saja (kecuali Teh Ninit dan Cindy yang pernah berkunjung ke Surabaya). Syukurlah sepanjang jalan saya ngantuk berat, efek kurang tidur semalam, sehingga jantung saya tak jadi meledak karena over excited.
Sebelum bertemu TUM Family, sebenarnya saya ada janji bertemu dengan saudara sepupu yang kebetulan juga liburan ke Bandung. Tapi karena tol macet akhirnya tertunda dan baru bisa bertemu tepat kita sampai di Bumi Sangkuriang Bandung. Jadilah saya dobel  excited bisa bertemu sepupu sekaligus TUM family dalam waktu yang bersamaan. Tapi karena kita harus prepare untuk berangkat outing, jadilah pertemuan dengan Mbak Ratih tidak bisa lama, dan kurang puas. Semoga kita berjodoh  lain kesempatan ya, kakak Faiza… *kiss & hug*

Dec 23, 2014

Liburan Desember - Edisi Cimahi

Desember menjadi bulan yang menggairahkan bagi saya. Karena di bulan ini saya punya banyak rencana menyenangkan. Mulai dari ikut seminar ibu Elly Risman untuk pertama kalinya. Thanks to my dear friend Dhira yang sudah dengan sukarela meluangkan waktunya buat nemenin datang ke seminar, meskipun  bunda Dhira udah berkali-kali ikutan seminarnya.
Lalu rencana liburan ke Cimahi. Karena ada rencana outing bersama TUMfamily di Bandung, dan ternyata tiket keretanya lumayan mihil, akhirnya kita memutuskan untuk berangkat beberapa hari lebih awal. Selain bisa dapat harga tiket lebih murah, kita juga bisa main ke rumah eyang di Cimahi.
Setelah touch down di Bandung dan Cimahi, saya terpesona dengan udaranya. Dingiiiinnn... Karena saya termasuk salah satu "manusia matahari", maka sejak mendarat, hidung saya sukses meler dan buntu. Yes! Alergi dingin saya kambuh. Kira sih gak terlalu berefek. Kara, hanya saat malam dan setelah mandi saja. Saya? Sepanjang hari selama di Bandung dan Cimahi. Alhamdulillah, setelah kena panasnya matahari Surabaya, hidung saya kembali normal. hahaha... semacam ada sensor suhunya sajaa...
Pertama, kita berangkat jam 5 kurang dari rumah. Meskipun kereta masih jam 7 malam, kita sengaja berangkat lebih awal, karena lagi hujan deras, dan khawatir dimana-mana macet, keburu ketinggalan kereta, lebih baik berangkat lebih awal. Sampai di Stasiun jam 6an. Anak-anak istirahat sambil makan donat dan kita juga bisa sholat maghrib dulu sebelum kereta datang. Alhamdulillah tak lama keretanya sudah masuk stasiun. Jadi kita tak perlu menunggu waktu lama, keretanya benar-benar in time! saluuuutt... Naik Mutiara selatan waktu berangkat ini cukup memuaskan. Keretanya bersih, toilet bersih, kereta datang 30 menit sblm waktu berangkat, ketersediaan selimut dan bantal mencukupi, suhu pun dinginnya masih wajar, meskipun buat saya tetep saja dingin (manusia matahari as always). Meskipun sampai bandung terlambat 45 menit juga sih, tapi overall puas lah. Apalagi waktu sampai stasiun jogja tengah malam masih sempat menikmati gudeg jalanan yang dijual ibu-ibu diantara rel stasiun. heheu... Jadi kangen gudeg jogja :D
Sampai stasiun Bandung, kereta terlambat 45 menit dari jadwal, dan eyang sudah menanti dengan setia di Bandung. Kita dijemput dan diajak makan di rumah makan sunda. Menu dan rasanya asssoooyy.. Sunda pisan. Enaaaakkk banget... apalagi pagi-pagi perut lapar, mata ngantuk, udara dingin, klop lah untuk karbo-loading :D hehehe...
Dari Rumah makan Sunda, kita tidak langsung cuss ke rumah eyang, tetapi mampir dulu ke rumah Om yang ada di dekat rumah eyang. Sampai disana kita dibuat takjub oleh dekorasi rumah. Ini rumah tipe rumah idaman kita bangeeettt.. Rumah dengan halaman luas, ada saung untuk bercengkerama dan ngobrol bareng sahabat. Ada taman dengan bunga-bunga dan kolam ikan dengan suara gemericik air.  Ada dapur di depan, tempat yang paling pas untuk menjamu tamu. Lalu ada rumah utama yang mungil dan minimalis, tempat yang nyaman dan hangat untuk keluarga. Asliiii.. rumahnya eksotik banget dengan bahan utama kayu dan bambu. Udara dingin semriwingnya cimahi membuat rumah ini semakin eksotik dan nyaman. Oh iya, ada tambahan cottage yang terpisah tak jauh dari bangunan utama yang bisa dimanfaatkan sebagai kamar tamu jika ada tamu menginap. Sebenarnya si tante Pia yang memilik suara dan tawa yang renyah ini mempersilahkan kita jika ingin menginap disini, tapi karena tujuan utama kami mau ke rumah eyang, jadi dengan sangat berat hati kita menolak undangan yang sangat menggoda ini. Well, one day kita akan punya rumah yang eksotik dan nyaman seperti ini ya, by... :)
Dari rumah idaman ini, kita lalu berangkat ke rumah eyang. Memasuki pagar rumah yang megah ini kita disuguhi rumah kuno dengan bangunan khas Belanda yang memiliki atap tinggi, jendela banyak dan besar juga pintu yang lebar. Rumah eyang tidak kalah menyenangkannya dengan rumah tante Pia. Rumah yang memiliki nilai nostalgia buat ayah Ki-Ka ini memiliki halaman yang super luas, dan bangunan utama yang juga besar. Karena eyang hobi sekali menanam dan merawat bunga, maka bagian favorite saya dari rumah ini tentu saja taman bunganya, baik yang di depan rumah maupun yang ada di halaman belakang. Bunga-bunga di taman eyang seolah tumbuh dengan sehat dan terawat penuh kasih sayang. Terlihat sekali kelopak bunganya bisa lebar dan gemuk dengan warna yang segar dan cerah. Beruntung pula di rumah eyang, cucu-cucunya yang tinggal serumah sudah mulai beranjak besar, jadi tidak ada tangan-tangan mungil yang melucuti daun-daun dan kelopak bunganya untuk dijadikan mainan seperti disini. hehe.. *sujud minta ampun sama uti*
Yang tak kalah menyenangkannya di rumah eyang ini semua penghuninya ramah dan santun. Bahkan ada om dan tante yang ada bisnis konveksi di rumah. Kita yang kebetulan sedang merintis bidang usaha yang mirip, jadi bisa berguru ilmunya. Puas banget lihat workshopnya, bertanya dan ngobrol langsung. Bahkan banyak ide bermunculan. Kira & Kara juga punya kenalan sepupu yang seusianya, ganteng dan super aktif. Meskipun awalnya bermusuhan, namun akhirnya bisa kompak dan berteman.
karena udara yang mendukung untuk mulut terus memamah biak, maka makanan ringan tak henti-hentinya disuguhkan di atas meja. Habis, isi lagi, habis isi lagi.. Mungkin 1 minggu lagi kita disana, pulang sukses menambah lemak di perut dan pipi. Beruntungnya kira dan kara juga jadi lebih lahap makan. Istilah "makan utama dulu baru makan kue" tidak berlaku disana. Sebanyak apapun Kira dan Kara makan kue, saatnya makan utama juga masih tetep asik aja makannya. meskipun ada beberapa saat dia malas makan karena ngantuk dan capek. Maklum 2 kunyil itu asik berlarian dan bermain. Tempat baru selalu menyenangkan untuk dieksplorasi anak-anak. Oh iya, pada akhirnya kita pulang membawa resep baru untuk dijadikan camilan di rumah. Super yippie kan...
Ternyata 2 hari disana terasa kurang yaa.. Kalau bakalan tahu semenyenangkan ini, kita berangkat lebih awal lagi yaa... Semoga kita ada rejeki untuk bisa maen kesana lagi. Menikmati suasana dan udara yang nyaman dan sejuk. Biar kata orang Cimahi bilang, Cimahi sekarang panas, arek Surabaya ini tetep bilang Cimahi jauh lebh sejuk dan adem. ya iyaaa laahh... secara Surabaya suhunya 31-33dc lhoooo... hiks *peres keringat*
Setelah waktu berkunjung ke Cimahi habis, kita harus cabut ke Bandung untuk trip selanjutnya. Saatnya outing bersama team The Urban Mama, sponsor utama kita hingga sampai ada pengalaman semenyenangkan ini.
Cimahi, Thank you for the warmest greating ever!

Ps. Photo-photo menyusul yaa.. masih belum dipindahin dari Ipad :D

Oct 20, 2014

Diam itu Bukan Tujuan

"Saya tahu penyebabnya. Perut kalian sakit pasti karena makan bakso di tempat yang tidak bersih", kata Dokter Banu.  "Memangnya kalau makan bakso jadi sakit perut ya??" Tanya Kimo heran." Itulah penggalan cerita yang saya ambil dari buku Kira dan Kara. Hanya karena ada anak makan bakso lalu sakit perut, lantas Kimo menyimpulkan bahwa bakso itu bikin sakit perut dan menyalahkan baksonya.


Familiar dengan hal tersebut? Sepertinya hal sepele, namun bagi saya itu benar-benar catatan yang harus saya tempel di salah satu otak saya dengan garis bawah yang tebal.  Pernah dengar ketika anak jatuh, lantas orang tua berusaha menenangkan si anak dengan memukul atau menyalahkan batunya?

Oct 18, 2014

Sebuah Cerita Sepulang Sekolah

Suatu siang, ketika saya jemput Kira dan Kara sepulang sekolah, seperti biasa saya mendapati kedua gadis itu masih sibuk memasang sepatunya sambil mengamati teman-temannya. Karena tak juga selesai, akhirnya saya hampiri keduanya. Rupanya mereka memasang sepatu sambil bengong melihat temannya yang asyik memamerkan tas sekolah barunya yang berbentuk trolley bergambar mobil Lightning Mcqueen (semoga gak salah tulis nama niiih...)

Oct 13, 2014

What do I do?

Beberapa kali teman-teman bertanya, bosen gak setelah berhenti kerja dari kantor?!  Memang sejak akhir bulan Februari 2014 saya sudah resmi berhenti kerja di kantor dan menjadi SAHM. Banyak pertimbangan untuk akhirnya saya tetap memutuskan menjadi SAHM.  Sejak berhenti dari kantor tempat saya bekerja selama 12 tahun lebih, sebenarnya ada beberapa tawaran yang menggoda untuk kembali bekerja di kantor. Namun entah mengapa saya masih betah di rumah, menikmati hari-hari saya sebagai ibu, memperhatikan setiap inchi tumbuh kembang kira dan kara.
Pertanyaan selanjutnya, jenuh gak? Setelah lebih dari 7 bulan, saya belum merasakan kejenuhan. Dan saya benar-benar menikmati semua kegiatan saya. Bahkan ada teman yang nyeletuk, "wah bisa bangun lebih siang dunk?" ehhemmm... ini namanya buka kartu. Kebiasaan buruk saya dulu memang suka bermalas-malasan di tempat tidur.. ehh sampe sekarang juga masih kayak gitu diing.. Tapi kenyataannya, setelah berhenti bekerja saya malah bangun lebih pagi dari biasanya. Karena Kira dan Kara sekarang sekolahnya juga berangkat lebih pagi, jadi saya prepare pun lebih pagi dari biasanya agar Kira dan Kara tidak terlambat masuk sekolah, dan memastikan mereka sudah sarapan pagi-pagi sekali.

Sep 24, 2014

Anakku SLOW GROWTH




 Wah ini BBnya kurang! Kok BBnya dibawah garis merah?! Jangan-jangan kurang gizi… Anaknya kurus sekali…

Travelling bersama Anak Homesick (Cerita Mudik - Part II)



Ini adalah lanjutan cerita dari acara mudik kita kemarin. masih ada 1 cerita menarik lagi, yaitu mudik bersama si anak home-sick.

Saya termasuk home-sick. Setiap kali tidur di tempat yang bukan tempat tidur saya sendiri, saya pasti pecicilan dan mudah sekali bangun, dan merasa gak nyaman. Gak nyaman bukan karena tempatnya yang tidak bersih atau apa, tapi hanya karena “it’s not belong to me”.  Just as simple as that.  Saya jauh lebih mudah tertidur lelap di dalam tenda di tengah hutan, daripada harus tidur di rumah orang dengan kamar ber AC dan berfasilitas lengkap. Eh, kecuali hotel yaa, mungkin karena merasa "kan aku bayarrr..." hahaha...

Ayah Ki-Ka? 

Aug 24, 2014

Cerita Mudik (Part I)

Yess!! akhirnya minggu kemarin kita mudik. Gak tanggung-tanggung 9 hari.. Sebenarnya sih pengen lebih lama lagi, tapi Kara homesick + ayahsick akut.. haha.. iyaa, tiap kali mau tidur yang dicari kamarnya sama ayahnya. Cerita mudik part I kali ini akan bercerita tentang itinerary jalan-jalan di kampung halaman. Seru, penuh petualangan dan banyak cerita baru.

Awalnya saya ingin mengajak Kira dan Kara bermain ke kebun Teh Jamus yang memang asik tempatnya untuk berpetualang ala Sherina dan berenang di waterboom. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya batal. Meskipun gak jadi, bukan berarti liburan jadi gloomy dan membosankan. Bunda dan Om Ipin mencari tempat-tempat yang seru yang bisa dijadikan arena petualangan buat Kira dan Kara