Kamis, 24 Mei 2012

Celoteh KI-KA (Episode: Moto GP)

Ini kejadian ketika KIRA menjelang bobok sementara si ayah sedang asyik nonton Moto GP. Karena seruunya Moto GP malam itu, ayah nontonnya sambil teriak-teriak antusias.
KIRA: "Bunda, ayah paiin?? (maksudnya: "bunda, ayah ngapain?")
Bunda: "ayah lagi nonton balap motor"
KIRA: "kok tiyak-tiyak?" (maksudnya: "kok teriak-teriak?")
Bunda: "ayah kan suka sekali nonton balap motor. Balap motornya lagi seruu.."
KIRA: dengan entengnya "ayah.. jangan tiyak-tiyak.. kakak mau bobok.."

nah lhooo.. sapa lagi yang berani negur ayahnya kalo bukan KIRA & KARA... hihihihi... *devil laugh*

Rabu, 23 Mei 2012

Celoteh KIRA - KARA - 1

Suatu hari saya dan KI - KA lagi bahas soal sekolah. penasaran apakah keinginan sekolah itu hanya saya saja yang excited atau si kembar cuman ikut2an, saya tanyain:
bunda: "Kak, kakak mau gak sekolah kayak mas Vito?" (red: tetangga dpn rumah)
KIRA: "enggak. Kakak cari duit aja kayak ayah."
Bunda ngakak sambil mikir, jadi mereka udah siap sekolah blum yaa?! hehe..
-----
Kalo yang ini kejadian baru tadi pagi menjelang saya berangkat ke kantor. Tiba-tiba adik teriak-teriak panik, panggil saya.
KARA: "bunda... bunda.. tolong... adik kepleset pipisnya Kakak."
(sambil ngedumel dia berlanjut ngomong): "kakak sih, pipis dieemm aja.."
si kakak dengan cueknya masih asik maen. Kalo gak diangkat bunda dia juga bakal nerusin maennya..
tak berselang lama, gantian si adik yang ngompol. gantian kali ini Kakak yang teriak:
KIRA: "bunda.. adik pipiss..."
KARA: (dengan tampang innocent) "Maaf kakak.. adik gak sengaja..."
bunda hanya bisa ngedumel dalam hati "kacau deh toilet training kalo kayak gini.. duuuhh kapan lulusnya yaaa.."
*note: si kembar (23bln) udah mulai lancar bicara, dengan kata yang jelas dan susunan yang  mulai benar. hanya beberapa kata yang ada "S" atau "R" atau kata2 sulit saja masih suka kebalik2 dan cadel. dengan intonasi ala anak2 yang menggemaskan*

Kamis, 19 April 2012

Episode: SEKOLAH

Ceritanya bunda lagi bingung cari sekolah buat KIRA-KARA. Bulan Juni nanti KI-KA genap usia 2 tahun. Banyak anak seusianya yang sudah masuk PG atau PAUD. Semua anak seusianya di kompleks rumah juga sudah belajar di PAUD punya RW deket rumah. Bunda?? sedang pusing.. Anak di usia 2 tahun perlu gak sih masuk PG/PAUD?
Untuk mengurai kepusingan bunda, bunda mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuat pusing:

1. Apa tujuan masuk PG/PAUD? 

untuk membantu anak belajar bersosialisasi? Selama ini KIRA-KARA banyak berinteraksi satu dengan yang lain. setiap sore selalu nongkrong dan maen dengan teman-temannya di gang atau gang sebelah yang kebanyakan anak-anak seusianya. Bahkan diantara teman2nya KI-KA mau berganti mainan atau tidak turut berebutan.

Untuk membantu anak mengembangkan kemampuan verbalnya? Di usianya boleh dibilang KI-KA lebih menonjol kemampuan verbalnya. Di usia 20 bulan KI-KA sudah mampu merangkai kata dengan lengkap SPO. Mampu merangkai 3-4 kata sekaligus dengan benar dan tepat. Bisa bercerita tentang kegiatannya ketika bermain dengan temannya. Memang kata-katanya belum sempurna atau masih cadel, mengingat jumlah giginya juga belum lengkap. Atau kadang masih ada 1-2 kata yang salah penempatan.

Untuk membantu anak mengembangkan kemampuan motoriknya? Ini yang sebenarnya menjadi sedikit kendala. Untuk anak seusianya KI-KA memang sedikit mengalami kendala dalam kemampuan motorik. Baik itu motorik kasar maupun motorik halus. Apakah itu menjadi hal yang utama dalam kendala tumbuh kembang KI-KA? bunda rasa tidak juga, mengingat KI-KA memang terlahir prematur, dimana 1,5 bulan mereka habiskan di inkubator untuk memperkuat fisiknya. Jadi keterlambatan kemampuan motorik itu sudah terlihat semenjak di awal2 pertumbuhannya. Menurut beberapa DSA dan Fisioterapis yang menangani KI-KA hal ini terbilang wajar karena KI-KA terlahir prematur, dan pada usia tertentu mereka akan catch up ke kemampuan anak seusianya. Tiap anak akan berbeda kapan mereka mulai bisa catch up secara keseluruhan. Tapi rata-rata kurang lebih sekitar 2 tahun mereka baru bisa berkembang normal sesuai anak seusianya.

KESIMPULAN PERTANYAAN 1:
Demi membantu KIRA-KARA mengejar ketertinggalan motoriknya, bunda berkeinginan memasukkan KI-KA ke PAUD/PG. Keinginan ini juga untuk menjembatani KIRA-KARA yang selalu ingin berkesplorasi. Bunda ingin KI-KA memiliki waktu dimana mereka bisa bebas berlari-larian, naik turun tangga, loncat-loncatan tanpa takut dimarahi eyangnya atau khawatir membuat eyangnya mendadak kena serangan jantung.. hehe.. ^_^
Bunda juga ingin KI-KA mengetahui bahwa bergaul dengan orang dewasa itu juga bisa sama menyenangkannya dengan anak seusianya. Dengan adanya guru/bunda paud, Bunda berharap KI-KA bisa bertahap belajar bersosialisasi dengan orang yang lebih dewasa. Karena selama ini Bunda belum berhasil membuat KI-KA nyaman bersosialisasi dengan orang dewasa. Bagaimana mungkin Bunda bisa mengajarkanmu lebih banyak tentang sosialisasi, sedang bunda sendiripun mengalami kesulitan dalam bersosialisasi??! hehe..

2. Dimana PAUD/PG yang "ideal"?

Ini pertanyaan yang sampai saat ini belum menemukan jawabannya. Di masa sekarang ini banyaaaakkk sekaliii pilihan PG/PAUD, mulai yang berbudget minim sampai berbudget  yang membuat dompet enggan keluar dari saku karena minder. Pilihan-pilihan yang bunda hadapi:
PILIHAN 1: PAUD deket rumah. PAUD yang dikelola pemerintah daerah ini termasuk PAUD yang masuk 10 besar se kodya SURABAYA. Biayanya pun seperti kebanyakan sekolah pemerintah, termasuk memadai dan "layak" bagi kantong kami. Fasilitas yang ditawarkan pun setara dengan biayanya, fasilitas dan perangkat kegiatannya pun tidak seheboh sekolah yang mahal. Bila dibandingkan dengan PG yang bertaraf internasional pasti jauuuh sekalii, baik biaya maupun peralatan mengajarnya.. Yang saya suka dari PAUD ini selain tempat dan biayanya yang terjangkau, PAUD ini memiliki playground dengan ruang kelas terbuka dan perpustakaan yang lumayan memadai.
PILIHAN 2: PAUD milik yayasan swasta. PAUD ini juga terletak tak jauh dari rumah. Sayang sekali saya belum berhasil mendapatkan perincian biaya-biayanya. Fasilitas yang sepintas kami lihat sepertinya sama dengan kebanyakan PAUD/PG yayasan swasta dengan ruang kelas yang tidak begitu besar. saya tidak melihat playground yang luas. Orang tua/pengantar dilarang masuk. Tapi saya belum tahu untuk anak usia berapa peraturan ini berlaku. Kalau KI-KA pasti jejeritan luar biasa kalo tiba-tiba masuk sekolah bundanya gak ada kelihatan. Untuk melepaskan "ketergantungan" gelendotannya, memang harus bertahap, untuk itulah salah satu alasan saya memasukkan ke PG/PAUD.
PILIHAN 3: PAUD milik yayasan Islam. PAUD ini menarik karena anak diajarkan juga sopan santun cara bergaul berbasis islam. Seperti layaknya sekolah berbasis agama yang lain, sekolah ini juga mengajarkan pengenalan awal cara2 beribadah dan do'a sehari2. Fasilitas yang ditawarkan pun lumayan menarik, dengan halaman yang luas. Tapi yang membuat saya sedikit jiper yaitu biayanya yang boleh dibilang cukup membuat kami ber"keringat". Apakah termasuk mahal? Kalau diukur dengan sekolah bertaraf internasional sih tidak, bahkan termasuk murah. Namum pertanyaannya, apakah dengan biaya se"besar" itu layak untuk masuk PG/PAUD yang dalam pandangan kami masih dalam tahap perkenalan/pra sekolah. Atau dengan biaya sebesar itu cukup worthed dengan kemauan dan keingin besar KI-KA sendiri untuk belajar?! atau hanya sekedar kami orang tuanya yang "heboh" anaknya ingin sekolah sementara KI-KA sendiri belum siap?! apakah biaya sebesar itu "layak"?!

Dan dari Pertanyaan 2 ini, kami belum berhasil mendapatkan kesimpulan apapun. Kami belum menemukan dimana PG/PAUD yang "ideal" untuk KI-KA. Bunda masih berdiskusi dan mencari informasi. Bunda juga masih sering tanya KI-KA apakah mau masuk sekolah atau hanya bunda saja yang heboh ingin KI-KA masuk PAUD. meskipun seringnya pertanyaan bunda dimentahkan KI-KA. Kalo bunda tanya "Kak, Kakak mau sekolah kayak mas Vito gak (tetangga depan rumah)?" dijawab KIRA/KARA dengan enteng "enggak. Kakak mau cari duit aja..." Gubraaaakkksss... Jadi, apakah mereka siap untuk bersekolah..??!

Senin, 16 April 2012

Mamaku "Saingan"ku...

Impian Mama dan Papa mertua saya adalah memiliki anak perempuan. Ketika mendapatkan menantu dan cucu kembar perempuan, mereka bahagia luar biasa. Mama pula yang mendampingi saya selama proses melahirkan di kamar bersalin. Tangan mama tak lepas memegang saya. Mulut mama juga tak henti melantunan do'a untuk saya dan cucu-cucunya. Buat saya, sosok mama adalah sosok yang selalu berpikir dan bertindak sesuai tuntutan zaman. Dimasanya mama yang seorang sekertaris direksi BUMN, tidak melepaskan tanggung jawab dengan mengasuh kedua putranya. Terbukti anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang berbakti. Dengan kehadiran KIRA-KARA pula, mama bersikukuh mengasuh sendiri cucu-cucunya tanpa bantuan baby sitter. Meskipun kini mama telah pensiun, mama tak pernah ingin ketinggalan informasi tentang dunia tumbuh kembang. Beliau yang selalu mendampingi saya dalam memantau tumbuh kembang si kembar hingga saat ini. Beliau selalu ingin membaca apa saja yang saya baca. Buku-buku dan artikel-artikel parenting tak lepas dari pantauannya. Mamaku "saingan" beratku dalam membaca dan diskusi dunia parenting terkini. Meskipun sibuk dengan merawat cucu-cucunya dan Papa yang stroke, mama tak lepas membaca segala artikel dan buku yang saya berikan. Saya bersyukur, dengan membaca saya memiliki cara menyampaikan opini saya yang tak jarang berbeda sudut pandang dengan mama. Namun tujuan kami sama, mendidik anak-anak agar menjadi tangguh, mandiri, cerdas dan sholehah.

Senin, 27 Februari 2012

Ketika KIRA-KARA Batpil

Mungkin tulisan bunda kali ini akan terdengar lebay atau berlebihan. Membaca judulnya saja sudah kelihatan lebaynya. Siapa sih yang tidak pernah kena batuk pilek? Ibu mana sih yang gak pernah menghadapi anak yang batuk pilek?
Yaaa.. memang... berhubung semua ibu pernah merawat anak yang batuk pilek, itu kenapa bunda membuat tulisan ini.
Setiap ibu pasti pernah anaknya mengalami batuk pilek. Banyak hal yang dilakukan para ibu untuk membantu kesembuhan buah hatinya. Berbeda-beda tapi satu tujuannya, agar anaknya lekas sehat kembali. Begitu juga ketika KIRA-KARA batuk pilek. Bunda pun ingin agar KIRA-KARA cepat sehat kembali. Meskipun kelihatannya KIRA-KARA masih lincah dan lari-larian, tapi setiap kali terdengar batuk, eyang dan bunda merasa kasihan. Berat Badan KI-KA pasti drop lagi, pikir eyang dan bunda. Tapi keceriaan selalu nampak di wajah KIRA dan KARA. hanya 2 hari kalian keliatan males dan manja. Saat itu suhu badan kalian sedikit lebih tinggi dari biasanya, meskipun masih dalam batas tolerance dan belum memerlukan obat penurun panas.
Eyang meminta bunda untuk segera membawa ke dokter. Tidak hanya sekali, hampir tiap hari eyang memohon untuk segera dibelikan obat.
Saat itu memang bunda bersikukuh untuk melakukan "home treatment" untuk sakit batuk pilek KIRA-KARA. Pertimbangan bunda saat itu:
-  Hampir semua orang pernah mengalami batuk pilek. Logikanya, virus yang menyebabkan batuk pilek ini sudah ada di bumi kita sekian ratus tahun lamanya. harusnya tubuh kita memiliki anti bodi dan mudah beradaptasi untuk melawan virus tersebut dengan sendirinya, tanpa bantuan obat-obat kimiawi.
-  Berbekal buku  Q & A Smart Parents For Healthy Children karya dr. Purnamawati SpA(K) MMPed. yang menyebutkan kurang lebih bahwa batuk bukan penyakit, melainkan reaksi tubuh untuk mengeluarkan mikroorganisme asing (virus, bakteri, partikel, dll) yang masuk ke dalam tubuh kita. Apabila reaksi alami tubuh kita tersebut dihentikan bukankah malah membuat virus tumbuh subur dalam tubuh kita, pikir bunda waktu itu.
-  Di dukung para TUMblers, dan mama hebat di forum The Urban Mama yang berbagi pengalaman ketika anak-anaknya terkena batuk pilek.


hasilnya....

2 hari pertama bunda berusaha sok tegar, sok kuat. Selanjutnyaa..
Ketika KIRA-KARA mulai cranky, males dan manja, bunda mulai drop. Bunda mulai merengek minta ayah beli vitamin, beli obat, bawa ke dokter.. bla..bla.. Bunda mulai ingin nangis setiap kali KIRA-KARA kelihatan males dan gak mau maem. Tapi ayah berusaha meyakinkan bunda untuk kembali ke "jalan yang benar", sesuai keyakinan bunda sejak awal. Berbekal tambahan kekuatan dan keyakinan dari ayah, bunda kembali menegakkan diri untuk melakukan "home treatment". akhirnya dilanjutkanlah rangkaian home treatment sesuai rencana awal. Bunda kembali mengumpulkan info-info dari sumber2 terpercaya untuk home treatment batuk pilek KIRA-KARA. Berikut home treatment yang bunda lakukan:

1. Kalau malam AC dipasang pada suhu kamar 26-27 C, bergantung pada suhu diluar, karena surabaya cuacanya lagi gak menentu bisa panass bgt ato dingin sekali. Kalo cuaca diluar sudah bikin tutup selimut, AC pun tidak bunda nyalakan.
2.  Inhalasi, pasang baskom di kamar yang diisi air panas plus ditetesin minyak kayu putih. Ini bunda lakukan malam hari, waktu KIRA-KARA mau bobok. Sangat membantu saat hidungnya buntu. atau Kapas yang ditetesin minyak kayu putih yang ditaruh di kiri-kanan bantal tidurnya.
3. Minum sari kencur + madu. Caranya kencur diparut, diperas, diambil airnya 2 sdt. dicampur madu 1 sdt. dan diminumkan 1 sdt, 1 hari 2-3x. Membantu menyamankan tenggorokan. ini untuk toddler 1 thn ke atas. KI-KA sudah 20 bulan.
4. diolesi transpulmin BB di punggung, dada dan lehernya sambil dipijit2 halus punggungnya. Untuk menyamankan pernafasan.
5. Dijemur, pagi hari kalo ada matahari dijemur. Pagi harinya sebelum jam 8 ya..
6. Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Apalagi saat suhu badan KI-KA sempat 1 hari sedikit naik di 37,7-37,9.
7. Eh iya, kalau muntah gak perlu panik, karena berarti dahaknya keluar. kalau muntah dibersihkan saja, 30 menit kemudian diberi minum lagi.

Berita baiknya:
- setiap abis minum susu, KI-KA lebih sering muntah. meskipun tidak selalu tiap minum susu. Kalau muntah, bunda kasih minum lagi air putih atau kue kesukaan KI-KA
- Setelah minum sari kencur+madu, selera makan KI-KA pelan tapi pasti mulai membaik. Setelah sembuh malah jauh lebih baik (katanya sih efek kencur memang meningkatkan nafsu makan.. hhmmm...)
- KI-KA hanya 2 hari lemes, dan setelah itu kembali ceria. Pertanda tidak ada yang parah yang perlu dikhawatirkan.

Oh iya, untuk melakukan home treatmen ini banyak sekali catatan2nya yaaach.. antara lain, sependek ingatan bunda,
- anak tidak memiliki riwayat penyakit bawaan di saluran pernafasannya, seperti ashma. Karena anak yg memiliki bakat asma, sepertinya beda lagi treatment yang harus dilakukan. Bunda belum belajar sampai kesana, karena memang KI-KA tidak memiliki riwayat alergi pada saluran pernafasan sebelumnya.
- Menjaga agar anak tidak sampai dehidrasi. Perhatikan betul kondisi anak. Apabila sudah hilang kesadaran, banyak tidur dan susah dibangunkan, tetep harus dibawa ke dokter.
- Suhu anak diatas 40 C, 72 jam berturut-turut. lebih baik bawa ke dokter untuk konsul.

End of the story,
Meskipun bunda pernah mengalami fase dimana KI-KA diopname di RSI, di inkubator, ternyata ketika KI-KA sakit di rumah pun, bunda masih saja lebay dan mewek, nyungsep di tempat tidur, cari-cari punggung ayah buat nangis. Alhamdulillah 7 hari setelahnya KI-KA sembuh total dan siap berpetualang lagi melewati hari-hari nya.

Ssssttttt... disaat-saat batuk pilek seperti itu, ayah masih juga "bandel" membelikan KI-KA es cream, yang membuat bunda harus meredam hati menghadapi omelan eyang... hhhmmm... yang ada, KI-KA malah seneng tuh dibeliin es cream. Dengan catatan dari uti, habis maem es cream harus minum air putih yang banyak.. horeeee... meskipun batuk pilek, KI-KA tetep bisa minum Es Cream... hihihi...

Senin, 20 Februari 2012

Cerita buat KIRA-KARA (1)


Pada jaman dahulu kala, di sebuah kerajaan, tinggalah seorang raja nan bijak beserta ratu yang penuh kasih. Raja dan Ratu dikarunia 2 orang putri yang sangat istimewa. Putri tersebut terlahir istimewa, karena mereka terlahir sebagai putri kembar. Tidak banyak orang yang dikaruniai anak kembar. Hingga konon katanya setiap anak kembar pasti memiliki keistimewaan yang berbeda-beda. Demikian pula dengan putri kembar tersebut. Elaine dan Etaine diberi keistimewaan memiliki hati yang peka. Elaine dan Etaine dapat merasakan apabila kerajaan dalam keadaan bahaya atau ada yang berniat jahat terhadap kelangsungan kerajaan. Terlebih lagi terhadap yang saudara kembar mereka. Apabila terjadi sesuatu yang buruk pada Etaine, di tempat yang berbeda, Elaine dapat merasakannya. Bersama Elaine dan Etaine, Raja dan Ratu dapat memimpin kerajaan dalam damai dan sejahtera.
Kesibukan Raja dan Ratu dalam memimpin kerajaan, membuat mereka sering mengadakan perjalanan keluar kerajaan untuk mengadakan perundingan maupun menjalin ikatan dagang dengan kerajaan lain. Etaine dan Elaine pun tak jarang tinggal di kerajaan bersama para sesepuh dan pelayan, belajar mengenai kelangsungan kerajaan. Karena bagaimanapun juga, Elaine dan Etaine kelak akan mewarisi kesejahteraan kerajaan tersebut. Elaine dan Etaine belajar dengan tekun mengenai seluk beluk kerajaan dan kehidupan di kerajaan. Kelak, Elaine dan Etaine ingin menjadi pemimpin yang bijaksana seperti Raja dan Ratu.
Pada suatu hari, seperti biasa, Raja dan Ratu hendak melakukan perjalanan keluar kerajaan. Raja berpesan kepada kedua putrinya untuk menanggalkan pakaian putri mereka, dan berganti dengan pakaian rakyat biasa selama Raja dan Ratu mengadakan perjalanan. Karena Raja memiliki firasat, akan ada orang yang berniat buruk, menculik putri mereka dan membawanya keluar dari kerajaan. Untuk menyembunyikan identitas, maka putri Elaine dan putri Etaine berganti pakaian, dan menyamar menjadi pelayan di Kerajaan tersebut. 1 orang pelayan setia dan 2 orang sesepuh kerajaan dipercaya menjaga putri kembar mereka.

(apa yang akan terjadi dengan Putri Elaine dan Putri Etaine yaaa??! Tunggu lanjutannya...)

TO BE CONTINUED