Aug 18, 2016

Catatan Kala Merdeka


Nak, bersenang-senang, bergembira itu ketika semua ikut tertawa. Jika ada yang menangis, itu namanya menyiksa, MENJAJAH! Tak mau kan nak kalau kamu dapat nilai minus di catatan Allah? Karena itu, ketika bersenang-senang, bergembira, pastikan semuanya ikut tertawa yaaa… Jangan sampai ada yang terluka atau tersiksa.

Melihat banyaknya hal-hal salah yang berubah jadi lumrah itu miris, nak… Dan hidup diantaranya itu butuh jiwa yang kuat. Kuat untuk tidak ikut-ikutan dan tidak juga menjadi sok jagoan. Seperti bambu, meskipun angin meniup kesana kemari, dan seolah ia meliuk-liuk terkena tertepaan angin, tapi akarnya tidak pernah bergeser. Seperti bambu nak.. Seperti bambu..

Nak, hidup sejahtera itu bukan ketika kamu mampu membeli segalanya. Hidup sejahtera itu ketika kamu mampu membuat semua bahagia. Tidak mudah nak… tidak mudah memang. Tapi untuk itulah kamu ada di dunia. Perjuangkan nak… dimulai dari dirimu sendiri. Bersyukurlah, maka kamu akan berbahagia…

Nak, merdeka itu bukan ketika kamu bebas melakukan segalanya. Merdeka itu ketika kamu bebas menghormati hak orang lain… Tanpa takut dicaci atau merasa rendah diri. Tidak semua orang bisa nak.. Tidak semua orang mampu. Masih banyak yang terkungkung ego dan nyalinya. Berempatilah untuk mereka. Karena itu, merdekakan dirimu dari tingginya ego dan ciutnya nyali. Merdekakan dirimu dari rasa rendah diri.. Hargai orang lain, hargai dirimu sendiri, maka kamu telah Merdeka…



2 comments:

  1. Dan, aku yakin kamu bisa, karena doa ibumu luar biasa, Nak. <3

    Salam,
    Senya

    ReplyDelete