Showing posts with label The Urban Mama. Show all posts
Showing posts with label The Urban Mama. Show all posts

Feb 25, 2016

Sulit Makan Pada Bayi Dan Anak (GTM)

Ini adalah artikel yang sama yang pernah saya tulis dan dimuat di The Urban Mama. Agak telat sih untuk ditulis ulang disini. Namun issuenya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tips-tips yang saya dapat semoga bermanfaat untuk dibagi.

Kira dan Kara mulai GTM ketika usia 1 sampai 3 tahun. Selama 2 tahun itu makan hanya sehari 2 kali. Itupun harus dibawa jalan keliling kompleks perumahan oleh uti dan bibi pengasuhnya. Jenis makanan yang masuk hanya nasi, tempe, sate dan buah. Selain itu benar-benar ditolak, tutup mulut. Dibutuhkan usaha ekstra agar mereka mau menghabiskan porsinya. Jika makan bersama bundanya, duduk manis di meja makan, hanya bertahan hingga 2-3 suap saja. Setelah itu bubar jalan, tutup mulut, dan menangis. Karena GTM inilah akhirnya Berat badan kira dan kara susah naik. Padahal ketika MPASI segala macam makanan mau, mulai dari puree sampai ikan laut tidak pernah ditolak. Lancar.

Kira - 2 tahun

Aug 7, 2015

Who Support Breastfeeding?

Sekarang sudah memasuki bulan Agustus. Sebagian besar teman-teman di wall facebook saya beramai-ramai merayakan World Breastfeeding Week. Karena sebagian besar teman-teman saya adalah para ibu-ibu dengan banyak cerita, maka timeline saya pun ramai oleh bahasan khas ibu-ibu.
Memasuki pekan ASI dunia inipun masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kembali perang ASI vs Sufor seperti tak pernah ada habisnya. Ada yang mendukung pekan ASI dunia, ada yang adem ayem, ada pula yang merasa terintimidasi.

Saya bukan salah satu bagian dari ibu yang memiliki cerita sukses memberikan ASI. Saya tidak punya sertifikat ASI apapun. Saya juga tidak punya cerita pujian bertubi-tubi tentang kisah pemberian ASI untuk si kembar saya. Ya, karena saya hanya memberikan ASI eksklusif beberapa bulan saja, dan setelah itu dicampur dengan susu formula hingga Kira dan Kara WWL, Weaning With Love.  Sama seperti mama-mama yang memberikan susu formula ke anaknya, saya pun sempat menuai protes. Tapi saya bukan orang yang mudah surut langkah atau kecil hati ketika menuai caci maki dan kritikan. Demikian juga dalam perjalanan saya mengasuh Kira dan Kara. Saya hanya mampu memaklumi , mereka hanya tidak tahu apa yang saya lalui dan apa yang sudah saya perjuangkan. Juga tidak perlu menjadikan itu hal yang besar untuk menyurutkan langkah atau memusuhi kawan dan saudara. Kasih senyum saja lah yaaa.. Jangan lupa ucapkan terima kasih! Bagaimanapun juga kritik, cacian, makian, dan protes adalah salah satu bentuk perhatian bukan?!

May 25, 2015

Ritual si Putri Tidur

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja saya menemukan foto-foto “petualangan” bersama teman-teman sekolah, teman-teman kuliah dan teman-teman kantor. Saya menyukai petualangan ke alam bebas. Meskipun belum banyak petualangan yang saya lakukan, namun setiap perjalanan itu selalu membawa cerita yang menarik dan kenangan yang tak terlupakan. Petualangan-petualangan itu selalu memperkaya jiwa dan batin yang membuat saya menjadi seperti saat ini.

Sepertinya nostalgia saya bersambut, semesta mendukung dengan pertemuan tanpa disengaja. Dalam sebuah acara saya bertemu dengan seorang teman kuliah yang dulu kita sering sama-sama nongkrong bareng, kabur bareng, dan ngopi-ngopi bareng. Dengan senyumnya yang tanpa rasa sungkan dia menyapa saya, dan membuka aib saya dimuka umum, dan mentertawakan kebiasaan saya yang bisa tidur nyenyak dimana saja, dan dalam keadaan apapun. Well, that’s true! Saya, bila berpetualang, camping, atau ikut perkemahan, bisa dengan mudah tidur nyenyak dalam keadaan apapun. Saya pernah tidur nyenyak di dalam tenda sempit yang dihuni 7 manusia kebo, disaat hujan deras, dan tanah dibawah alas tidur saya becek penuh lumpur, di tengah hutan dengan petir menyambar. Thanks God, 7 manusia itu tidak pernah “sadar” kalau manusia di dekatnya adalah wanita yang kelak bisa jadi cantik bak bidadari turun dari genteng. Hahaha…

Aug 7, 2012

The Terrific Two

Sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan se"ajaib" ini.. Moment "Terrible Two" bukan hal yang baru bagi saya. Berkali2 saya baca dan saya dengar cerita dari para sahabat dan kerabat. Tapi ketika mengalaminya sendiri, rasanya "Luarrrrr biasaaaa.." Bahkan terkadang membuat kepala rasanya mau lepas. Yang keluar bukan hanya tanduk, tapi juga taring... 
my "terrific two" ladies
1 anak saja sudah membuat rumah layaknya barak pengungsian, bagaimana dengan 2 anak aktif dan ceriwis?

Apr 17, 2012

Mamaku "Saingan"ku...

Impian Mama dan Papa mertua saya adalah memiliki anak perempuan. Ketika mendapatkan menantu dan cucu kembar perempuan, mereka bahagia luar biasa. Mama pula yang mendampingi saya selama proses melahirkan di kamar bersalin. Tangan mama tak lepas memegang saya. Mulut mama juga tak henti melantunan do'a untuk saya dan cucu-cucunya. Buat saya, sosok mama adalah sosok yang selalu berpikir dan bertindak sesuai tuntutan zaman. Dimasanya mama yang seorang sekertaris direksi BUMN, tidak melepaskan tanggung jawab dengan mengasuh kedua putranya. Terbukti anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang berbakti. Dengan kehadiran KIRA-KARA pula, mama bersikukuh mengasuh sendiri cucu-cucunya tanpa bantuan baby sitter. Meskipun kini mama telah pensiun, mama tak pernah ingin ketinggalan informasi tentang dunia tumbuh kembang. Beliau yang selalu mendampingi saya dalam memantau tumbuh kembang si kembar hingga saat ini. Beliau selalu ingin membaca apa saja yang saya baca. Buku-buku dan artikel-artikel parenting tak lepas dari pantauannya. Mamaku "saingan" beratku dalam membaca dan diskusi dunia parenting terkini. Meskipun sibuk dengan merawat cucu-cucunya dan Papa yang stroke, mama tak lepas membaca segala artikel dan buku yang saya berikan. Saya bersyukur, dengan membaca saya memiliki cara menyampaikan opini saya yang tak jarang berbeda sudut pandang dengan mama. Namun tujuan kami sama, mendidik anak-anak agar menjadi tangguh, mandiri, cerdas dan sholehah.