Aug 24, 2016

Menyusui Si Kembar

Enam tahun yang lalu Kira dan Kara lahir prematur dengan segala riwayat kesehatannya yang mengharuskan ia menginap di Rumah Sakit selama 38 hari. Sejak mereka lahir hingga berusia 20 bulan saya menyusui si kembar. Hanya 20 bulan, bukan karena saya tidak mau, tapi dengan senyum-senyum kedua bocah saya yang saat itu sudah mulai belajar bicara berkata tidak mau nenen. Saya tidak memaksa, belum pula memberikan sugesti untuk sapih. Namun dua bocah kembar saya hanya berjarak 1 minggu sudah resmi sapih dan tidur pulas tanpa nenen.


Cerita ASI Eksklusif saya tidak ada yang istimewa. Karena saya tidak berhasil memberikan ASI Eksklusif di 6 bulan pertama kehidupan si kembar. Banyak hal menjadi faktor. Banyak hal yang saya pelajari, dan sering saya ceritakan kepada sepupu, teman maupun ipar saya. Saya berharap dari cerita kegagalan saya, mereka  dapat belajar untuk terus memperbaiki diri demi memberikan yang terbaik untuk si kecil.

Menyusui si kembar sedikit berbeda dengan menyusui satu anak. Jika menyusui satu anak, payudara dapat bergantian untuk di perah. Untuk ibu bekerja seperti saya dulu, sambil menyusui si kembar, si ibu harus mampu menyisipkan waktu untuk memerah guna cadangan ASIP ketika ibu mulai masuk kerja kembali.

Berikut beberapa tips yang bisa saya bagi, belajar dari pengalaman kegagalan saya memberikan ASI Eksklusif untuk si kembar:
  1. Susui bayi kembar secara bersamaan di masing-masing payudara. Menyusui bersamaan bermanfaat untuk menghemat waktu ibu. Karena setelah menyusui ibu dapat segera beristirahat. Dengan menyusui bersamaan juga, biasanya pola pencernaan mereka juga bekerja hampir bersamaan.  Hampir bisa dipastikan jika salah satu anak pipis/poo, tak lama kemudian yang satunya akan pipis/poo juga. Sehingga menghemat waktu dalam mengganti diapers, karena bisa dilakukan dalam jarak yang hampir bersamaan.
  2. Bantal menyusui adalah properti wajib untuk ibu menyusui bayi kembar. Bantal ini memudahkan ibu menyusui tandem kedua bayi kembarnya.
  3. Pelajari cara atau metode menyusui tandem. Berikut gambar beberapa contoh posisi menyusui tandem: 
    Tandem Nursing Position
  4. Jika memungkinkan, miliki pompa ASI otomatis. Sesaat sebelum si kembar bangun dan menyusu ada baiknya ASI diperah dan disimpan terlebih dahulu. Setelah diperah baru ajak si kembar untuk menyusu. Tujuannya untuk merangsang produksi ASI lebih banyak lagi. Semakin sering diperah sekaligus disusukan, maka produksi akan semakin meningkat sesuai permintaan.
  5. Milikilah support sistem yang handal, yaitu anggota keluarga yang selalu siap untuk dimintai bantuan. Jangan segan untuk meminta bantuan anggota keluarga yang lain untuk menggendong si kecil dan meletakkannya ke posisi yang pas dalam menyusu. Demikian juga ketika si kembar sudah terlelap diatas dada si ibu, dibutuhkan bantuan anggota keluarga yang lain untuk mengangkat dan meletakkan kembali di tempat tidur.
  6. Selalu sediakan makanan sehat dan air putih di dekat meja ibu menyusui. Dengan menyusui si kembar, tenaga dan waktu si ibu biasanya banyak terkuras. Dengan adanya makanan di dalam jangkauan, maka si ibu dapat mengisi tenaga sambil menyusui.

Beberapa hal diatas saya bagi untuk ibu yang memiliki anak kembar dua. Jika lebih dari itu jangan segan untuk terus berkonsultasi dengan para pakar ya.. Apalagi sekarang dukungan untuk ibu menyusui sudah banyak dan tersebar luas di banyak daerah.

Bagi saya memiliki cerita gagal ASI Eksklusif tidak membuat saya malu atau merasa rendah diri. Cerita gagal saya mungkin bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk terus mencoba memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Gaung yang membahana tentang pekan ASI dunia atau foto-foto ASI perah yang berderet-deret di kulkas tak membuat saya sakit hati. Saya bangga dengan mereka yang mampu terus berjuang memberikan ASI untuk buah hatinya. Saya bangga dengan diri saya sendiri yang turut menjadi bagian dari support sistem pemberian ASI. Dan untuk mereka yang memiliki pilihan yang berbeda, tak juga saya merendahkan atau mencibir. Karena saya tahu pilihan mereka sudah melalui pertimbangan yang tidak mudah dan tentu pilihan yang terbaik untuk buah hatinya. Dulu saya adalah bagian dari mereka.

Pekan ASI Dunia bukan hanya untuk mereka yang bertitel sarjana ASI. Pekan ASI dunia adalah miliki semua yang memberikan dukungannya bagi seluruh ibu menyusui. Milik para direktur yang memberikan kesempatan untuk karyawannya memerah ASI di kantor. Milik para nenek/kakek yang membantu mencucikan popok agar anak/menantunya dapat menyusui buah hatinya. Milik para saudara laki-laki yang rela membeli nasi goreng tengah malam demi saudara perempuannya yang kelaparan ketika menyusui. Milik semua makhluk di bumi yang memberikan dukungan terbaiknya untuk ibu yang sedang menyusui. Selamat merayakan pekan ASI Dunia.

Tulisan ini didedikasikan untuk give away "ASI dan segala cerita tentangnya" Dunia Biza dalam rangka merayakan pekan ASI Dunia.

10 comments:

  1. Nggak mudah emang menyusui kembar, hebat Mbak Wiwit! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua ibu menyusui pasti punya kisah yang berbeda ya mbak April...

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Setuju wit, gagal ASI bukan suatu yg memalukan kok, usaha aja terus, kalo gak bisa masih ada solusi lainnya kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa... Gak perlu baper juga kan ya?! Biarlah tetangga menggonggong. Kita tetap lempeng kasih support yang terbaik untuk yang lain. heuheu...

      Delete
  4. asyik.. yang begini nih keren. hihi..
    setuju sama mba wiwit, gagal atau berhasil dalam pemberian ASI itu adalah cerita berbeda. Pasti ada kisah dan alasan kuat dibaliknya, Yang penting tak menyerah dan selalu berusaha menjadi support sistem ya..,

    Ah jadi kangen ketemu Kira dan Kara. Kapan ya bisa kesampaian main ke Jawa Timur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *peluk mbak Ira* terima kasih mbak Iraaa.. Yuuk ya, kalau ada rejeki kita meet up sama-sama... :)

      Delete
  5. Namanya kira dan kara, sehat selalau buat si kembar mba

    ReplyDelete
  6. Mudah-mudahan kira dan kara sehat terus, bahagia terus sama orangtuanya, ceritanya menginspirasi mbak, makasih :)

    Salam,
    Aci

    ReplyDelete