Sep 1, 2015

Kok Saya Gak Berhasil ya?!

Hal yang paling sering saya terima, ketika saya berbagi cerita tentang si kembar adalah jawaban, sebagai berikut:
“aku sudah melakukan itu tapi kok gak berhasil di anakku?”
“Kok anakku begini, gak begitu..”
“Kok di aku gak bisa sih cara seperti itu? Anakku malah makin kenceng rebutannya”
Hhhmm.. saya bingung juga ya menjelaskannya. Bukan bingung soal alasannya, tapi bingung bagaimana menyampaikannya.  Tapi baiklah, mari kita coba pelan-pelan.

Pertama, kita perlu memahami, dan benar-benar menyadari bahwa anak kita itu manusia ciptaan Allah. Bukan robot yang kalau di pencet tombol A, akan melakukan A.  Kita memang tahu kalau anak-anak itu manusia, hanya saja kita sering lupa dan khilaf, dan memperlakukan mereka sesuai keinginan kita (eehhmm.. yang ini saya juga sih).  Nah.. Karena anak-anak ini manusia yang memiliki keinginan berbeda-beda, sifat yang tidak sama, dan mereka semua unik, jadi ketika kita memberikan satu hal, maka hampir bisa dipastikan penerimaan si anak akan berbeda-beda.


Aug 7, 2015

Who Support Breastfeeding?

Sekarang sudah memasuki bulan Agustus. Sebagian besar teman-teman di wall facebook saya beramai-ramai merayakan World Breastfeeding Week. Karena sebagian besar teman-teman saya adalah para ibu-ibu dengan banyak cerita, maka timeline saya pun ramai oleh bahasan khas ibu-ibu.
Memasuki pekan ASI dunia inipun masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kembali perang ASI vs Sufor seperti tak pernah ada habisnya. Ada yang mendukung pekan ASI dunia, ada yang adem ayem, ada pula yang merasa terintimidasi.

Saya bukan salah satu bagian dari ibu yang memiliki cerita sukses memberikan ASI. Saya tidak punya sertifikat ASI apapun. Saya juga tidak punya cerita pujian bertubi-tubi tentang kisah pemberian ASI untuk si kembar saya. Ya, karena saya hanya memberikan ASI eksklusif beberapa bulan saja, dan setelah itu dicampur dengan susu formula hingga Kira dan Kara WWL, Weaning With Love.  Sama seperti mama-mama yang memberikan susu formula ke anaknya, saya pun sempat menuai protes. Tapi saya bukan orang yang mudah surut langkah atau kecil hati ketika menuai caci maki dan kritikan. Demikian juga dalam perjalanan saya mengasuh Kira dan Kara. Saya hanya mampu memaklumi , mereka hanya tidak tahu apa yang saya lalui dan apa yang sudah saya perjuangkan. Juga tidak perlu menjadikan itu hal yang besar untuk menyurutkan langkah atau memusuhi kawan dan saudara. Kasih senyum saja lah yaaa.. Jangan lupa ucapkan terima kasih! Bagaimanapun juga kritik, cacian, makian, dan protes adalah salah satu bentuk perhatian bukan?!

Jun 3, 2015

Mendidik Si Kecil Bersama Hello Kitty

Tulisan yang saya buat ini sebelumnya pernah dimuat di the urban mamaDan ini di copas ulang untuk didokumentasikan di blog ini.
-------------------
Tokoh karakter Hello Kitty dan anak perempuan memang tidak dapat dipisahkan. Siapa yang tidak mengenal karakter imut yang identik dengan warna pink ini? Demikian juga dengan putri kembar saya, terutama Kara. Warna kesukaan Kara adalah pink dan setiap kali ada pernak-pernik bergambar Hello Kitty, pasti selalu heboh tunjuk-tunjuk. Sedikit berbeda dengan Kira yang cenderung lebih suka dengan Mimmy si saudara kembarnya Hello Kitty, karena sama-sama favoritnya warna kuning.
Karakter-karakter favorit ini menjadi inspirasi saya dalam membantu mendidik mereka. Misalkan dalam menerapkan konsep rewards & consequences. Apalagi sekarang Kira dan Kara sudah berusia 4 tahun, yang sudah bisa lancar berkomunikasi dan bernegosiasi. Dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya, mereka memiliki jadwal dan kesepakatan sendiri dengan kami orang tuanya. Jika melanggar kesepakatan maka akan ada konsekuensi yang mereka harus terima. Namun jika mereka melakukan sesuatu yang hebat, maka tak segan kami memberikan reward.



May 25, 2015

Ritual si Putri Tidur

Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja saya menemukan foto-foto “petualangan” bersama teman-teman sekolah, teman-teman kuliah dan teman-teman kantor. Saya menyukai petualangan ke alam bebas. Meskipun belum banyak petualangan yang saya lakukan, namun setiap perjalanan itu selalu membawa cerita yang menarik dan kenangan yang tak terlupakan. Petualangan-petualangan itu selalu memperkaya jiwa dan batin yang membuat saya menjadi seperti saat ini.

Sepertinya nostalgia saya bersambut, semesta mendukung dengan pertemuan tanpa disengaja. Dalam sebuah acara saya bertemu dengan seorang teman kuliah yang dulu kita sering sama-sama nongkrong bareng, kabur bareng, dan ngopi-ngopi bareng. Dengan senyumnya yang tanpa rasa sungkan dia menyapa saya, dan membuka aib saya dimuka umum, dan mentertawakan kebiasaan saya yang bisa tidur nyenyak dimana saja, dan dalam keadaan apapun. Well, that’s true! Saya, bila berpetualang, camping, atau ikut perkemahan, bisa dengan mudah tidur nyenyak dalam keadaan apapun. Saya pernah tidur nyenyak di dalam tenda sempit yang dihuni 7 manusia kebo, disaat hujan deras, dan tanah dibawah alas tidur saya becek penuh lumpur, di tengah hutan dengan petir menyambar. Thanks God, 7 manusia itu tidak pernah “sadar” kalau manusia di dekatnya adalah wanita yang kelak bisa jadi cantik bak bidadari turun dari genteng. Hahaha…

May 6, 2015

Mobilitas Makin Mudah Dengan Green Metro Car

Yang mau mudik siapa niih?? Coba goyangkan kepalanya!! Masih kebagian tiket kereta api nggak? Sudah kehabisan?? kaciaaannn... Sewa mobil Aja!! Lebih private, santai, bisa berhenti kapan saja dimana saja buat istirahat, mampir-mampir, lebih flexible kan?! Belum dapat tempat sewa mobil yang cocok? Coba deh cara saya!
Seperti janji yang pernah saya ungkapkan disini, di artikel kali ini saya mau pamer satu aplikasi yang membantu memudahkan mobilitas emak-emak rempong macam saya. Nama aplikasinya GREEN METRO CAR PASSENGER.  Jadi, apa sih Green Metro Car Passenger ini?