Hal yang paling sering saya
terima, ketika saya berbagi cerita tentang si kembar adalah jawaban, sebagai
berikut:
“aku sudah melakukan itu tapi kok
gak berhasil di anakku?”
“Kok anakku begini, gak begitu..”
“Kok di aku gak bisa sih cara
seperti itu? Anakku malah makin kenceng rebutannya”
Hhhmm.. saya bingung juga ya
menjelaskannya. Bukan bingung soal alasannya, tapi bingung bagaimana
menyampaikannya. Tapi baiklah, mari kita
coba pelan-pelan.
Pertama, kita perlu memahami, dan
benar-benar menyadari bahwa anak kita itu manusia ciptaan Allah. Bukan robot
yang kalau di pencet tombol A, akan melakukan A. Kita memang tahu kalau anak-anak itu manusia,
hanya saja kita sering lupa dan khilaf, dan memperlakukan mereka sesuai
keinginan kita (eehhmm.. yang ini saya juga sih). Nah.. Karena anak-anak ini manusia yang
memiliki keinginan berbeda-beda, sifat yang tidak sama, dan mereka semua unik,
jadi ketika kita memberikan satu hal, maka hampir bisa dipastikan penerimaan si
anak akan berbeda-beda.


