Ini adalah lanjutan cerita dari acara mudik kita kemarin. masih ada 1 cerita
menarik lagi, yaitu mudik bersama si anak home-sick.
Saya termasuk home-sick. Setiap kali tidur di tempat yang
bukan tempat tidur saya sendiri, saya pasti pecicilan dan mudah sekali bangun,
dan merasa gak nyaman. Gak nyaman bukan karena tempatnya yang tidak bersih atau
apa, tapi hanya karena “it’s not belong to me”.
Just as simple as that. Saya jauh
lebih mudah tertidur lelap di dalam tenda di tengah hutan, daripada harus tidur
di rumah orang dengan kamar ber AC dan berfasilitas lengkap. Eh, kecuali hotel yaa, mungkin karena merasa "kan aku bayarrr..." hahaha...
Ayah Ki-Ka?
Jauh lebih parah sepertinya. Namun kurang lebih
sama. Namun karena kita sudah dewasa, jadi lebih mudah memanage rasa tidak
nyaman. Yang belum terbayangkan sama sekali, ternyata hal itu menurun pada
salah satu kembar kita, KARA. Selama
mudik kemarin, hampir setiap tidur dia pasti menangis minta pulang dan ingin
tidur di kamarnya sendiri. Kalau diingatkan tentang cerita petualangan yang
akan kita lakukan selama mudik, dia akan berargumen, “aku mau berpetualang dan
main di Ngawi, tapi tidurnya aku mau di tempat tidurku sendiri…”. Aaaahhh… seandainya kita punya pintu kemana
saja-nya Doraemon ya dik?! I know exactly how you feel… So let’s make it
easier…
![]() |
tertidur lelap |
Berikut yang saya lakukan selama mudik untuk mengurangi rasa
home-sick Kara. Hal yang paling utama tentu saja membawa perlengkapan tidur Kara yang biasa dia pakai di rumah. Bau selimut yang biasa dipakai membantu dia merasa lebih nyaman seperti di rumah.
Selain itu saya beri mereka kegiatan yang membuat capek dan menguras energi, bahkan
secapek-capeknya. Kalau biasanya saya bawel setiap kali mereka berlarian di
tangga rumah, kali ini saya biarkan ia berlari-larian naik-turun tangga selama
yang dia mau. Saya melihat motoriknya sudah jauuuh lebih stabil, jadi saya
biarkan dia naik turun tangga di rumah utinya sepuas-puasnya. Saya hanya
memastikan tempatnya lebih aman, dan jika sudah mulai terlihat pusing karena
capek, saya alihkan untuk berlari-lari saja di halaman rumah. Kebetulan juga
halaman rumah utinya di Ngawi terbilang luas. Harapannya kalau dia capek, akan
lebih mudah tertidur. Agar tidak cranky dan menjaga staminanya, saya selalu
pastikan mereka selalu dalam keadaan kenyang dan fit. Menjelang tidur saya sibukkan mereka dengan
baca buku, atau hanya sekedar nonton video yang sudah saya siapkan dari
Surabaya sebelumnya, hingga mereka benar-benar terlelap.
Dengan cara itu, setiap acara menjelang tidur tidak selalu
membuat saya tersiksa dengan tangisan minta pulangnya. Namun tetap saja saya
tidak bisa mencegah tangisannya ketika dia dapat telp dari uti-akungnya di
Surabaya. Setiap kali utinya telp, selalu saja dia curhat kalau dia kangen
berat, dan setelah telp ditutup maka kembali dia akan menangis dipangkuan saya.
Saya bisa menyibukkannya dengan berbagai hal ketika menjelang tidur. Saya mencuri-curi
waktu untuk telp ayahnya ketika mereka
tertidur. Tapi bagaimana saya bisa meminta utinya yang pasti juga kangen berat
untuk tidak menelponnya selama mereka liburan?! It was really another hard
challenge.
Another note to myself, mungkin suatu hari ketika kita harus
berlibur agak lama, saya harus meminta kesepakatan semua anak tentang berapa
lama kita akan berlibur?! Kesepakatan jumlah hari ini penting, dan semoga dapat membantu Kara menghadapi
homesicknya pelan-pelan. Juga bisa membantu Kara lebih menikmati liburannya.
Lalu bagaimana sekarang, setelah sampai Rumah Surabaya??!
Kira masih selalu konsisten untuk minta kembali mudik ke Ngawi karena ia belum
sempat pergi ke kebun teh. Kara?! Bergantung mood. Adakalanya dia pun ingin
ikut ke Ngawi untuk berpetualang, ada kalanya dia gak mau ikut, mau dirumah
saja. Hahaha… Well, let’s see! Saya home-sick,
Ayahnya home-sick, namun tidak pernah menghalangi kami untuk selalu pergi
berpetualang keluar rumah. Saya yakin,
suatu hari nanti, Kara pun akan mampu me-manage rasa home-sicknya sendiri. Hahaha…
It’s gonna be another great experience for us!
No comments:
Post a Comment