Dec 20, 2015

Pertolongan Pertama Pada Gastroenteritis

Tepat seminggu setelah acara liburan kami ke Jogja, saya mendapati Kara panas tinggi hingga 40,8 DC. Saat itu tidak ada tanda-tanda mau flu seperti bersin-bersin atau hidung berair.  Pagi berangkat ke sekolah masih sehat, ceria, dan fit seperti biasanya. Pulang sekolah masih sempat makan siang dan ganti baju. Tiba-tiba ketika sedang bermain dengan Kira saya perhatikan wajahnya mulai sayu. Saya pegang dahinya, demam. Saya ukur menggunakan thermometer, whoalaaa.. sudah 39,8 DC saja. Bocah saya satu ini memang sedikit ajiiib deh. Meskipun paling mungil di keluarga, tapi tenaga dan kemauannya salah satu yang paling besar.  Panas segitu dia masih saja bermain seperti biasa, hanya saja matanya tampak sayu. Tak lama kemudian dia benar-benar tumbang alias lemas. Setelah diukur panasnya sudah 40,2 DC. Astagaaa.. ada apa ini. Cemas tentunya. Karena demam yang tidak ada tanda-tanda tanpa kulonuwun, permisi dulu ini yang sering bikin dag-dig-dug.

Tak biasanya ketika sakit dia menangis dan mengeluh. Kali ini dia mengeluh kepalanya pusing. Ketika saya Tanya apakah perutnya terasa sakit, dia menggeleng. Apakah badannya terasa sakit dan capek, dia juga menggeleng. Apakah terasa ingin muntah, dia juga menggeleng. Hhhmmm… Sambil menunggu perkembangan, saya beri ia minum setiap 15 menit sekali untuk mengantisipasi dehidrasi. Saya whatsapp ayahnya di kantor untuk bawa roti tawar dan paracetamol untuk membantunya istirahat malam mini. Harapannya dengan diberikan paracetamol, bisa membantu dia lebih nyaman dan bisa istirahat, meskipun tidak membantu mencari sumber penyebab demamnya. Mengingat panasnya sudah touch down di angka 40,7DC sore itu.
Setelah ayahnya datang, roti tawar sukses masuk satu lembar. Minum Paracetamol dengan berbagai bujuk rayu, akhirnya mau. Well ketika mereka demam memang dibutuhkan bujukan luar biasa agar mau minum obat. Karena mereka sudah tersugesti ketika demam minum air putih yang banyak maka bunda janji tidak akan kasih obat. Maaf ya, malam itu bunda harus melanggar janji agar Kara bisa istirahat dengan nyaman. Malam itu panas Kara naik turun antara 40,4 – 40,8 DC. Disaat bersamaan uti juga sedang kena diare dan maag akut sejak seminggu sebelumnya. Bisa ditebak bunda harus wara-wiri membantu uti dan akung juga. Alhamdulillah Kakak Kira hebat, bisa membantu Kara memberikan minumnya setiap 15  menit sekali.
Singkat kata, sehari demamnya mulai turun. Keesokan harinya demamnya stabil di angka 38,2 – 38,5 DC. Tapiiii… tiba-tiba Kara muntah hebat.  Setiap apa saja yang masuk, muntah 2 kali lipat. Bahkan air putih pun tidak berhasil masuk meskipun hanya 1 sendok. Minum air putih 3 sendok, muntah 6 sendok. Minum 1 gelas, muntah 2 gelas. Kara lemas, uti belum pulih, Bunda harus berangkat jemput kakak sekolah.  Pulang dari sekolah, bunda sempatkan mampir apotik membeli oralit. Dan ternyata sekarang oralit ada rasanya. Rasa jeruk euy. Jadi gak melulu asin manis gitu. Semoga dengan cairan elektrolit ini, bisa membantu Kara tetap terhidrasi.  15 menit sehabis muntah, saya minumkan oralitnya. Karena takut muntah kembali, saya minumkan perlahan setiap 10 menit, 2-3 sdm. Alhamdulillah sukses. Muntahnya berkurang. Meskipun belum berhenti total, tetapi sedikit membuat saya lega. Hari itu total entah sudah berapa kali Kara muntah. Bahkan bunda sampai sedia baskom kecil untuk tempat muntahan Kara.
Malam itu, ketika mau tidur Kara menangis. Kara sedih kenapa dia sakit lagi, kenapa tidak bisa sehat seperti kakak. Well, 5 hari yang lalu Kara memang sempat diare. Tapi hanya sehari, setelah itu sembuh berkat minum lacto-B.  Selesai menangis, malam itu Kara bisa tidur dengan lebih nyenyak.  Meskipun beberapa kali bunda harus bangun untuk memberi minum dan cek suhu tubuhnya. Tengah malam, Alhamdulillah suhunya sudah normal di angka 37,3 – 37,4 DC.
Pagi-pagi sekali Kara bangun, mendadak bilang dia ingin maem karena ingin sembuh dan sehat seperti kakak. Takjub dan masih tak percaya saya melihat kara menghabiskan separuh porsi makannya. Setelah itu kembali dia ke tempat tidur. Nonton film di tabletnya sambil terkulai. Tak berselang lama Kira bangun. Melihat Kira minum teh dan makan roti, Kara mau lagi.  Masih takjub saya melihat dia bisa makan tanpa muntah.  Meskipun hanya sehari Kara muntah hebat, bunda masih was-was setiap melihat dia makan. Was-was takut muntah dengan jumlah yang dahsyat. Dan betapa leganya ketika dia berhasil mengisi perutnya tanpa gangguan. Semoga ini awal mula fase recoverynya.
Dan sejak itu seleranya kembali normal. Alhamdulillah. Benar-benar pengalaman yang bikin sport jantung menghadapi gastroenteritis ini.  Untuk referensi, menghadapi gastroenteritis atau sering disebut flu perut ini pastikan anak benar-benar terhidrasi dengan minuman elektrolit tinggi seperti oralit. Dari yang saya baca di milissehat, selama rotavirus penyebab gastroenteritis masih ada di perut ya selama itu pula muntah atau bahkan diare masih terus berlanjut. Minum obat untuk menghentikan muntahnya bisa jadi membuat si biang keladi tetap bercokol di dalam perut. Muntah adalah cara tubuh mengeluarkan racun yang masuk.  Jika memang membutuhkan kekuatan hati dan bantuan tenaga medis, segera hubungi Dokter anak yang RUM alias Rational Using Medicine. Juga jika sudah terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti berkurangnya frekuensi pipis, anak tidak mau minum sama sekali atau susah minum, kulit berkurang elastisitasnya, segera hubungi tenaga medis terdekat yaa..

Semoga sedikit membantu dalam memberikan pertolongan pertama terhadap Gastroenteritis.

20 comments:

  1. rotavirus yang menyebabkan muntahber juga kan mak?Lagi musim nih, bulan november begitu banyak anak kena rotavirus, di wilayah depok cukup byk:muntah-diare, krn pancaroba. anakku yang bayi baru mau setahun kena virus jg, demam, timbul bintil satu seperti cacar air lalu muntah-diare. kata dsa bukan muntahber, tp aku lupa nama virusnya. semoga anak kita selalu dilindungi dan diberi kesehatan ya mak, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, kalo bayi yang sakit itu bener-bener gak bisa tidur ya maaak.. Semoga virusnya cepet pergi. Anak-anak sehat-sehat teruuusss.. Amin.. amin..

      Delete
  2. Ilmu yang bermanfaat sekali. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sih. Semoga tidak pernah, tapi bisa disave untuk antisipasi. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga sehat terus ya bocahnya mak Anisa. Deg-deg'an kalo anak demam tinggi sekali...

      Delete
  3. Kayaknya suami saya pernah kejadian kayak gitu deh. Eh btw gastroenteritis menyerang orang dewasa juga nggak yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. bisa kena orang dewasa juga. Tapi krn daya tahannya orang dewasa lebih kuat, jadi biasanya yang sering terjadi itu di anak-anak dan lanjut usia.

      Delete
  4. waduuh, harus hati2 ini, spy anakku ga kena... untungnya sekolahnya udh libur, jd stidaknya dia lbh srg di rumah... tkut jajan sembarangan yg bikin ketularan virus nth apa gitu mba... walopun ga jaminan juga sih di rumah bkl ttp aman.. namanya virus yaa.. -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. media penularan rotavirus ini melalui air. Setuju, musti hati-hati, apalagi musim seperti ini paling banyak virus dan bakteri berkembang biak.

      Delete
  5. Waaah aku baru ngeh nih sama penyakit flu perut. Aku, kalo anak udah muntah berkali-kali langsung panik bawa ke dokter pasti. Ternyata ada pertolongan pertamanya jg ya Mak. Thank you for sharing ya Maaak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. muntah dan panas tinggi itu yang paling berbahaya memang dehidrasi. kalau anak masih bayi, terlalu sering muntah juga bisa membuat ususnya luka. Dan insting ibu itu luar biasa, jika memang dirasa harus dibawa ke dokter, memang sebaiknya dibawa ke dokter. Tapi kan kadang gak setiap hari dokter ada, apalagi kalo lagi libur panjang. Semoga dengan adanya pertolongan pertama ini bisa sedikit membantu.. :)

      Delete
  6. Mbak wit...bener deh kalo udah panas dikit agak lamaan mampir di anak2, itu ruwetnya ampun ampunan ya...hikshiks...
    Udah ku catat nih buat poin-poin penting biar gak panik duluan...anyway, fotonya so sweet :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaww... thanks Manda. Semoga Jani sehat terus yaaa.. bener deh, puyeng kalo anak sakit >_<

      Delete
  7. wahh Witt, gw baru paham soal gastroenteritis ini. Pernah denger sih tapi nggak ngeh kalo ternyata itu flu perut..

    makasih sharenya yaa, salam untuk si kembar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kakak Zataaa.. terima kasih sudah datang berkunjung *siapin donut dan coklat anget*

      Delete
  8. Mbak Wit, Satria sudah beberapa hari ini juga demam dan anteng di 37-39, tapi masih super lincah sampai sekarang dan akhirnya menyerah tadi pagi ke dokter, kata dokter sih sejenia virus karena pupnya jadi pekat dan lengket, semoga satria nda sampai muntah dan diare, makasih mbak wit untuk sharenya... Semoga kk kembar sehat selalu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satriaaa.. semoga cepet sehat ya. Sama nih, Anak-anak ini meskipun panas kalo masih punya tenaga, gak berhenti mainnya... Selama masih ada infeksi virus, tubuh akan mempertahankan dirinya dengan menaikkan suhu tubuhnya. Karena virus tidak akan bertahan di suhu yang tinggi. Memang seperti itulah cara kerja tubuh. Maha Besar Allah menciptakan tubuh kita begitu sempurna :)

      Delete
  9. Anak kecil sakit kasihan sekali ya, anakku juga kadang begitu. Makan yang lembut terlebih dulu,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mbak.. bener. Lihat anak kecil lemes itu rasanya patah hati. terima kasih sarannya mbak.. Semoga bocah-bocah kita sehat terus yaaa..

      Delete
  10. Wahh baru tau soal gastroentitis ini. Nah spellingnya aja salah.. hii. Eh tapi ternyata deket banget ya sama anak. Untungnya jagoan mba wied pada kuat. Mamanya juga hebat ga panikan. Padahal biasnaya beberapa ibu 38 derajat aja udah panik.. thanks ilmunya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. sami-sami mbak Ira.. pedoman saya sih "panik tidak menyelesaian masalah". jadi sebisa mungkin usahakan tetap berpikir rasional ketika anak sakit. Walaupun pasti sulit.. heuheu.

      Delete